
| Selasa, 6 Mei 2003 | Sala & Sekitarnya |
TMMD Usai, Jembatan Lengkung Belum RampungUPACARA penutupan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung I Tahun 2003 telah dilaksanakan, belum lama ini, di lapangan Desa Banyakprodo, Kecamatan Tirtomoyo (sekitar 40 kilometer tenggara ibu kota Kabupaten Wonogiri). Tak seperti lazimnya TMMD yang telah berkali-kali dilaksanakan dan hasilnya selalu dilaporkan rampung 100%. Pada TMMD di Desa Banyakprodo ini, ada satu dari empat sasaran pokok pembangunan fisik yang gagal dirampungkan. Yakni pembangunan jembatan tiga lengkung Banyakprodo. Sampai TMMD ditutup 28 April 2003, jembatan itu baru tergarap 39%. Camat Tirtomoyo Sumardjo mengatakan, pembangunan jembatan lengkung itu belum selesai karena gangguan banjir. Beberapa kali tiang fondasi jembatan larut disapu arus banjir yang datang setelah wilayah itu turun hujan deras. Kendati TMMD usai, pembangunan jembatan lengkung yang belun rampung akan tetap dilanjutkan. Tiga sasaran pokok fisik TMMD lain adalah rehab masjid, pembangunan dua poskamling, dan pemugaran rumah melalui program pembuatan lantai penduduk, semuanya dirampungkan 100%. Hasil TMMD ini telah diserahkan kepada Bupati H Begug Poernomisidi melalui upacara dengan inspektur upacara Kapolres AKBP Subandi. TMMD Banyakprodo ini memberikan nilai lebih Rp 47 juta, dengan perhitungan manakala proyek itu diborongkan menghabiskan biaya Rp 167 juta, tapi ketika digarap TMMD bersama rakyat hanya Rp 120 juta. Pemerataan TMMD Sengkuyung merupakan model spesifik TNI Manunggal yang hanya ada di Jateng. Itu diciptakan sejak kepemimpinan Gubernur H Suwardi, sebagai upaya percepatan pemerataan pembangunan di pedesaan, sekaligus melengkapi keberadaan program nasional TMMD yang lebih dulu ada. TMMD Sengkuyung di Desa Banyakprodo ini misalnya, dilaksanakan sejak 8 sampai 28 April 2003, bersamaan dengan pelaksanaan program nasional TMMD Ke-70. Dandim 0728 Letkol Art Sapto Margo Wibowo menjelaskan, TMMD Sengkuyung Bayangkprodo memberikan manfaat meningkatkan kelancaran arus lalu lintas antardesa dengan pusat pelayanan masyarakat, meningkatkan kelancaran sarana transportasi perekonomian, meningkatkan kenyamanan dalam pengamanan swakarsa, dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam beribadah. Setiap hari dikerahkan 136 orang, terdiri atas 22 personel TNI, masing-masing sembilan anggota Polres dan Korpri, 11 hansip, 17 pemuda, dan 68 warga.(Bambang Pur-14c) |