logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Mei 2003 Olahraga  
Line

Indonesia Terbuka Kemungkinan Ditunda

JAKARTA- Grand prix bulutangkis berbintang lima Indonesia Terbuka pada 24-29 Juni mendatang, kemungkinan besar akan ditunda sebagai dampak kekhawatiran terhadap virus SARS, demikian isyarat Ketua Umum PB PBSI Chairul Tanjung, Senin.

"Indonesia Terbuka kemungkinan akan dijadwal ulang, tetapi tempat penyelenggaraan sudah pasti tetap di Batam," ungkapnya seusai peringatan HUT Ke-52 PBSI dan peresmian sekretariat baru di Wisma Karsa Pemuda Senayan Jakarta.

Pernyataan itu mengisyaratkan terjadinya "efek bola salju" akibat epidemik virus penyebab sindroma pernapasan akut itu yang sebelumnya menyebabkan Kejuaraan Dunia Perseorangan untuk kali pertama ditunda sejak event itu digelar pada 1977.

Isyarat penundaan Indonesia Terbuka juga menjadi pertanda buruk bagi Singapura Terbuka yang digelar satu pekan sebelumnya dan Malaysia Terbuka pada 1-6 Juli.

Konfederasi Bulutangkis Asia (ABC) sebelumnya sudah terpukul oleh wabah SARS yang memaksa mereka menunda tiga event satelit di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Singapura, dan Thailand Satellite.

Chairul mengemukakan, belum ada keputusan akhir untuk penundaan itu dan hingga kini belum ada jadwal baru bagi event berbintang lima itu. "PB PBSI sebenarnya punya hak untuk tetap menyelenggarakan Indonesia Terbuka sesuai (dengan) jadwal. Namun apa manfaatnya kami memaksakan diri, bila kemudian tidak ada pemain (asing) yang datang," paparnya.

"Kami masih menunggu sikap IBF, tetapi kemungkinan besar akan dijadwal ulang," tegasnya.

World Wide Series

Dia mengungkapkan, tahun ini merupakan turnamen terakhir Indonesia Terbuka sebagai event dalam seri grand prix, karena mulai tahun depan Federasi Bulutangkis Internasional (IBF) akan meluncurkan sebuah format turnamen baru.

"Turnamen di Batam nanti akan menjadi event Indonesia Terbuka terakhir sebelum IBF meluncurkan sistem baru yang dinamai World Wide Series (WWS)," jelasnya.

Dalam format baru WWS, ujar dia, Indonesia Terbuka akan menjadi salah satu dari lima atau enam event utama dalam bulutangkis tiap tahun. "Ada lima kejuaraan yang masuk WWS, yaitu Cina, Korea, Indonesia, All England, dan Denmark. Sementara itu, Malaysia (tengah) berjuang untuk memasukkan Malaysia Terbuka dalam WWS. Ini akan menjadi semacam grand slam pada tenis," tuturnya.

Isyarat bahwa Indonesia Terbuka 2003 akan menjadi turnamen terakhir dalam sistem kompetisi lama juga bakal menandai berakhirnya hubungan PBSI dengan IMG International yang dalam kurun empat tahun terakhir menjadi penyelenggara satu-satunya event grand prix di Tanah Air itu. (bn,ant-57j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA