
| Selasa, 6 Mei 2003 | Berita Utama |
Polisi Masih Tunggu Hasil Autopsi
JAKARTA - Kasus tewasnya sopir bus Bhineka jurusan Cirebon-Bandung, Anjani (29), sampai kemarin masih dalam penyelidikan. Termasuk perusakan Pos Polisi Palimanan yang dilakukan oleh ratusan awak bus. Khusus untuk penyelidikan tewasnya Anjani, polisi masih menunggu hasil laboratorium pemeriksaan autopsi dari pihak rumah sakit. Seperti diketahui, Minggu lalu (4/5) sopir bus itu tewas setelah ditembus peluru di bagian kepala di dekat telinga sebelah kanan oleh Kapolsek Cirebon Utara Iptu Bambang Sunaryoto. "Kita masih menyelidiki lebih lanjut apa penyebab kematiannya. Apakah memang karena benturan atau kena tembakan. Yang jelas, sebelum diangkat ke RS, Anjani sudah menabrak beberapa kali." Hal itu dikatakan Kapolda Jabar Irjen Pol Dadang Garnida usai upacara Sertijab di Rupatama Mabes Polri Jakarta. Pertama, katanya lagi, Anjani menabrak mobil Taft Nopol E 218 HL yang ditumpangi rombongan Bambang bersama Kades. Kedua, menabrak bus Sangkuriang yang saat itu sedang ngetem di pinggir jalan. Ketiga menabrak Warteg di tepi kanan jalan utama Cirebon-Bandung sekitar 100 meter ke arah barat dari perempatan Palimanan. "Karena itu langkah saya memberhentikan dulu Kapolseknya, bukan dipecat. Jadi Bambang diberhentikan dari jabatannya dan ditahan untuk penyidikan lebih lanjut," jelasnya. Namun Dadang tidak bisa memastikan hingga kapan Bambang dicopot jabatannya. Karena hingga kini Bambang masih harus diperiksa. Bila Bambang terbukti bersalah maka akan dituntut di pengadilan umum. Dijelaskan dia, pemberhentian Bambang dikarenakan adanya pembentukan opini di masyarakat yang kurang menguntungkan bagi kepolisian. "Saya lihat dampaknya kurang menguntungkan bagi polisi karena masalah pembentukan opini. Seolah-olah opini yang terbangun adalah, polisi melakukan penembakan," ujar Dadang. Serbu Pos Polisi Seperti diberitakan, lebih dari 100 orang awak bus dengan membawa senjata tajam, pentungan kayu, dan batu menyerbu pos polisi Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (4/5). Mereka berteriak-teriak sambil melempari pos polisi dengan batu, kemudian memasuki bangunan dua lantai itu dan merusaknya. Semua kaca jendela di pos itu pecah, alat-alat kantor hancur berantakan, dan alat komunikasi polisi rusak. Tiga orang polisi yang sedang jaga di pos itu melarikan diri begitu melihat massa yang marah itu datang menyerang. "Mana polisi pembunuh itu?" teriak seorang awak bus. Para awak bus itu marah karena seorang rekan mereka tewas ditembak oleh Kepala Polsek Cirebon Utara, Inspektur Satu Bambang Sunaryoto. Anjani, sopir Bus Bhineka jurusan Cirebon-Bandung, tewas di tempat karena peluru yang ditembakkan Bambang mengenai telinganya sebelah kanan dan menembus hidung. Penembakan itu terjadi karena bus yang dijalankan Anjani menyerempet mobil patroli polisi yang dikendarai oleh Bambang di daerah Plumbon. Karena kesal, Bambang mengejar dan memepet bus, kemudian langsung menembak sopirnya. Karena oleng, bus akhirnya menabrak sebuah warung makan di sisi jalan. Iwan, penjaga warung rokok di dekat lokasi kejadian, mengatakan dirinya mendengar suara tembakan sebelum bus menabrak warung. "Waktu itu hanya terdengar suara tembakan, sementara bus hanya berisi segelintir orang," katanya. Sempat Mogok Para awak bus jurusan Cirebon-Bandung kemarin juga mogok untuk memprotes tindakan polisi yang sewenang-wenang. "Katanya mereka abdi masyarakat, tetapi kenapa justru tindakan mereka yang meresahkan masyarakat?" tanya seorang awak bus. Kepala Polwil Cirebon, Komisaris Besar Sunaryono, mengatakan pihaknya telah memecat Bambang dari kepolisian dan menahannya di Polres Sumber. "Alasan pemecatannya karena ia terbukti melakukan kesalahan prosedur saat menjalankan tugas," ujarnya. Kepala Polres Cirebon, Ajun Komisaris Besar Musyafak, mengatakan dirinya telah menunjuk Kepala Polsek Waled, Inspektur Satu Subagyo, untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Bambang. Musyafak minta awak bus Bhinneka tetap beroperasi seperti biasa. "Kami tetap menjamin keselamatan sopir-sopir bus Bhinneka maupun sopir-sopir bus lainnya," tegasnya. (bu-16) |