
| Selasa, 6 Mei 2003 | Berita Utama |
Garuda Diancam Bom, Penerbangan Dibatalkan
SEMARANG- Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 251 dari Bandara Ahmad Yani tujuan ke Jakarta kemarin pukul 16.30 batal diberangkatkan beberapa menit sebelum pesawat masuk landas pacu. Pembatalan itu menyusul ancaman bom dari seorang penelepon gelap yang mengabarkan ada tas hitam berisi bom dalam pesawat. Ancaman tidak hanya membuat panik pihak Garuda dan petugas Bandara Ahmad Yani, tetapi juga mengagetkan 67 penumpang yang hendak ke Jakarta. Mereka bertanya-tanya karena tiba-tiba penerbangan dibatalkan. Padahal, saat itu pesawat tinggal beberapa menit mengudara. Mereka yang terdiri atas 60 orang dewasa, lima anak, dan dua bayi selanjutnya diminta turun lagi. Penumpang semula tidak tahu pesawat yang ditumpangi mendapat ancaman bom. Mereka baru mendengar informasi itu setelah beberapa menit menunggu di ruang tunggu pemberangkatan. Demikian pula dengan tujuh awak pesawat, semula mereka tidak mengetahui persis ancaman bom tersebut. Yang jelas, Kapten Pilot Guntur segera membatalkan pemberangkatan begitu melihat sinyal tanda bahaya di sekitar landas pacu menyala. Meski sempat menimbulkan kepanikan, ancaman bom itu tidak sampai mengganggu jadwal penerbangan pesawat-pesawat lainnya. Pesawat-pesawat itu tetap mengudara atau mendarat sesuai dengan jam yang ditentukan. Menurut keterangan, telepon bernada ancaman kali pertama diterima staf Garuda, Muh Irwan. Awalnya penelpon bersuara laki-laki menanyakan apakah pesawat sudah berangkat. Begitu dijawab sudah, pria tak dikenal itu melanjutkan pembicaraan yang isinya mengabarkan ada tas berisi bom di pesawat itu. Setelah menurunkan semua penumpang, kapten pilot selanjutnya diminta membawa pesawat ke landas pacu (runway) 17 atau tempat isolasi. Ancaman bom segera diinformasikan kepada petugas bandara dan polisi. Tidak hanya pesawat Garuda 251, semua tas dan barang bawaan penumpang yang sudah masuk bagasi pesawat diperiksa. Mereka yang berada di areal bandara juga diawasi secara ketat. Apa pun yang mencurigakan langsung digeledah oleh petugas bandara dan polisi. Kendati sampai pukul 18.00 tidak ditemukan adanya tas berisi bom, Polda Jateng tetap menurunkan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak). Tim itu tiba di bandara pukul 18.30 dan segera menyisir pesawat, tas penumpang, dan areal Bandara Ahmad Yani. Mencurigakan Barang-barang penumpang yang sudah dicek diturunkan kembali dan diperiksa satu per satu menggunakan sinar X. Dari sekian banyak barang yang diperiksa, petugas bandara dibantu Tim Jihandak Brimob mendapati tiga tas penumpang yang mencurigakan. Di layar monitor, dalam ketiga tas tersebut, terdiri atas sebuah koper, satu ransel besar, dan sebuah traveling bag warna hitam terlihat gambar yang menyerupai kabel. Ketiga tas itu dipisahkan dari tas-tas lainnya dan dibawa ke sebuah ruangan. Dibantu polisi, pemilik masing-masing diminta membuka tas dan mengeluarkan isinya. Namun, ternyata tidak ditemukan satu pun benda berbahaya. Seluruh penumpang diperbolehkan menanti di ruang tunggu setelah semua tas dipastikan steril. Meski pada awalnya panik mendengar ada ancaman bom, para penumpang tampak tetap tenang selama pemeriksaan berlangsung. Sebagian mengeluh, karena jadwal penerbangan tertunda. Namun, mereka dapat memaklumi langkah antisipasi aparat keamanan itu. Beberapa di antara mereka tampak ketakutan ketika tas yang dicurigai berisi bahan peledak dipindahkan. Para penumpang pun beringsut mencari tempat aman, khawatir jika isi tas-tas itu benar berisi bom. Setengah jam kemudian atau tepatnya pukul 19.00, Kapolda Jateng Irjen Didi Widayadi menyatakan pemeriksaan tahap awal dengan sasaran utama pesawat Garuda 251 selesai. Dia memastikan tidak menemukan tas berisi bom sebagaimana ancaman penelepon gelap. "Semua tas yang ada di dalam bagasi, berpemilik. Tidak ada tas mencurigakan atau yang tanpa pemilik di pesawat," katanya. Kapolda meminta maaf kepada penumpang atas insiden kecil yang muncul di Garuda dengan nomor GA 251. Pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas bandara ataupun polisi, semata-mata untuk kepentingan keamanan dan keselamatan penumpang yang menggunakan jasa pesawat terbang. Dia meminta masyarakat bila menjumpai barang atau pemberian yang mencurigakan, segera melaporkan. "Ancaman seperti ini termasuk teror yang merupakan bahaya laten. Untuk menanggulanginya perlu kesiapan semua pihak." Kepala Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Ahmad Sofyan menjelaskan, pembatalan penerbangan GA 251 tidak berlaku untuk 67 penumpang yang sudah membeli tiket. Mereka tetap diberangkatkan ke Jakarta, hanya saja memakai pesawat Garuda yang lain dengan nomor GA 252 yang mengudara pukul 21.00. (D7,G3-29k) | |||||