
| Selasa, 6 Mei 2003 | Berita Utama |
ITC Diharapkan Beres Hari IniSEMARANG- Waktu untuk melawan Petrokimia Putra hanya tinggal sehari, tetapi kubu PSIS masih diresahkan masalah international transfer certificate( ITC ) tiga pemain asingnya. Sampai petang kemarin, ITC ketiga pemainnya belum ada kejelasan. Ada kemungkinan, saat turun perdana di putaran II LI IX di Stadion Jatidiri Rabu besok, Diallo Abdoelaye Djibril, Luis Miranda dan Paulo Daniel Vergnano belum bisa dipasang. Siang kemarin, pelatih PSIS Daniel Roekito sudah menanyakan langsung ke Komisi Urusan Pemain PSSI, Johny Tukan, tetapi sampai petang belum mendapat jawaban jelas. "Padahal Pak Johny sudah menjanjikan hari ini, kenyataan sampai saat ini belum ada jawaban pasti. Tetapi kami tetap optimistis, satu atau dua hari lagi ITC tiga pemain itu turun," tandas Roekito seusai latihan di Stadion Jatidiri, petang kemarin. Seandainya satu atau dua hari lagi tidak bisa turun, berarti klub - klub lain yang telah mendaftarkan pemain asing, juga mengalami nasib serupa, seperti Petro yang mendaftarkan Rivaldo asal Brasil. "Sebelum putaran pertama berakhir, kami sudah mendaftarkan tiga pemain tersebut. Kalau belum bisa, berarti klub - klub lain juga belum," kata Roekito sambil menjelaskan, beberapa klub menanyakan kepadanya mengenai hal tersebut. Tiga Angka Namun, hari ini atau menjelang pertandingan besok sore, masalah ITC itu diperkirakan sudah beres kendati pendaftaran pemain baru berakhir 14 Mei. Alasan dia, Johny Tukan sudah menjanjikan secepatnya. Daniel Roekito juga memprediksi Rivaldo sudah bisa memperkuat Petro. Pemain asing baru ini dinilai sangat berbahaya. Ini terbukti saat Petrokimia Putra melakukan uji coba lawan Assyabab, anggota klub Persebaya. "Waktu itu Petro menang 1 - 0. Gol tunggal itu dicetak Rivaldo. Pemain baru ini kelihatannya bagus dan merupakan salah satu pemain Petro yang berbahaya, sehingga perlu diwaspadai," tuturnya. Ketika diingatkan hasil putaran pertama yang waktu itu PSIS kalah 0 - 2, dia menilai itu sudah lewat. Kekalahan itu terjadi pada putaran pertama, dan kali ini sudah memasuki putaran kedua, yang dikatakan menentukan segala - galanya. "Harus diingat, Semarang rumah saya, kandang PSIS. Meraih tiga angka merupakan sebuah kewajiban. Kami tidak mempedulikan skor akhir, yang penting PSIS harus meraih tiga angka," tegasnya. Ada yang lebih menggembirakan, striker Khusnul Yaqien yang menderita cedera saat beruji coba melawan PS Garuda, kemarin sudah berani turun lapangan, meskipun masih terlihat belum pulih benar. "Otot paha bagian kiri tertarik. Setelah itu, Khusnul harus menjalani terapi, lewat gerakan - gerakan pelan yang sifatnya lentur. Ada kemajuan. Mulai hari ini sudah berani main game, sehingga kami perkirakan pada hari Rabu sudah bisa turun," papar pelatih fisik Djanu Ismanto seusai latihan. (C16-77k) |