logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Mei 2003 Internasional  
Line

Dianggap Palsu, Tuntutan Istri atas Penganiayaan Suami Ditolak

SINGAPURA - Seorang hakim menolak tuntutan seorang istri dari India yang mengatakan dirinya dianiaya oleh suaminya, seorang warga Singapura, dan meminta ganti rugi sejumlah uang, demikian dilaporkan Senin kemarin.

Parmjit Kaur (30), yang bertemu dan menikah dengan suaminya dua tahun lalu di desa Punjab, telah mengajukan tuntuan ke pengadilan yang khusus menangani masalah keluarga untuk meminta perlindungan dan tunjangan bulanan sebesar 880 dolar Singapura (kurang lebih Rp 4,4 juta).

Dalam membuat keputusan seperti yang dilaporkan harian The Strait Times, hakim menemukan tuntutan wanita tersebut kurang cukup bukti.

Kaur bukanlah seorang wanita tak berdaya seperti yang dia gambarkan, melainkan seorang wanita yang mempunyai kemampuan, kata harian Strait Times.

Tunjangan bulanan dari suaminya, Awtar Singh, seperti yang diputuskan pengadilan ditetapkan sebesar 100 dolar Singapur (kurang lebih Rp 480 ribu).

Parmjit Kaur yang ditolak tuntutannya setelah masa sidang selama empat hari telah berpisah dari suaminya sejak Februari 2002.

Dalam pangajuan permohonannya untuk mendapatkan perlindungan, dia menuduh suaminya telah menyiksanya dan memintanya untuk meloncat dari lantai 12 di apartemennya dan menyuruhnya untuk pulang kembali ke India.

Dia mengatakan, suaminya telah meninjunya dua kali di bagian hidung dan empat kali di bagian kepala.

Ketika dilakukan penyelidikan oleh pembela Ranjeet Singh, dokter yang memeriksa mengatakan dia telah melakukan kesalahan diagnosa.

Dari pemeriksaan atas keluhan sakit kepala yang disampaikan Kaur, dokter tidak mendapatkan memar ataupun pembengkakan akibat kekerasan seperti yang dilaporkan.

Parmjit tak dapat memberikan bukti kuat atas keterangan palsu yang diberikannya, kata pembela Singh.

Pangadilan juga mendapatkan Kaur telah mendepositokan uang sejumlah 1000 dolar Singapur (kurang lebih Rp 4,9 juta) setiap bulannya dari penghasilannya sebagai pekerja pabrik.

Singh telah membayar semua pengeluaran rumah tangga setiap bulan dan biaya Parmkit untuk kursus bahasa Inggris serta mencarikannya pekerjaan.(ant-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA