logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Mei 2003 Internasional  
Line

Filipina Buru Pelaku Serangan

ZAMBOANGA - Ratusan tentara pemerintah, kemarin, dikerahkan ke sebuah kota di Filipina selatan setelah terjadi serangan nekad kelompok gerilyawan terbesar di kota itu yang mengakibatkan 25 orang tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Presiden Filipina, Gloria Macapagal Arroyo, mengatakan serangan yang dilakukan kelompok Front Pembebasan Islam Moro (MILF) di Kota Siocon, sekitar 465 kilometer di sebelah selatan Manila, merupakan suatu aksi terorisme yang harus dipertanggungjawabkan oleh kelompok tersebut.

Serangan tersebut terjadi saat para perunding pemerintah bersiap-siap mengadakan pertemuan dengan MILF dalam suatu perundingan perdamaian "penjajagan" di Kuala Lumpur pekan ini.

"MILF harus mempertanggungjawabkan aksi tersebut baik di lapangan maupun di tingkat perundingan perdamaian," kata Presiden Arroyo kepada sejumlah wartawan di Manila.

"Kami akan memburu para pelaku serangan itu dan MILF harus menyerahkan mereka ke pemerintah tanpa memberikan ampun bagi mereka yang terlibat," katanya.

"Kami tidak akan kompromi dengan terorisme. Kami akan memburu mereka di mana pun mereka berada. Mereka tidak akan dibiarkan bersembunyi di sini atau di tempat lainnya," kata Arroyo.

MILF yang berkekuatan 12.500 orang merupakan kelompok gerilyawan terbesar yang berjuang di Filipina selatan, melancarkan serangan berdarah ke Siocon, Minggu, menyandera sejumlah anggota militer dan 15 warga sipil sebagai "tameng hidup".

Korban Jadi 25 Orang

Menyusul pertempuran sengit, yang dilaporkan Minggu malam, sedikitnya 22 orang tewas - 10 warga sipil, enam gerilyawan MILF dan sembilan personel polisi dan tentara - serta puluhan warga sipil dan tentara mengalami luka-luka.

Juru bicara Angkatan Bersenjata, Letnan Kolonel Daniel Lucero, kemarin, mengatakan, jumlah korban tewas meningkat menjadi 25, dengan tewasnya seorang tentara serta dua warga sipil.

Pihak gerilyawan MILF akhirnya membebaskan seluruh sandera saat mereka melarikan diri.

Ratusan tentara tambahan, kemarin, dikerahkan ke Siocon, kota pertambangan di pesisir barat semenanjung Zamboanga di Filipina selatan, tempat kelompok MILF sering melakukan aktivitas mereka, kata militer.

Juru bicara MILF, Eid Kabalu, kemarin, mengatakan serangan itu dirancang untuk melumpuhkan markas besar militer di wilayah itu dan tidak untuk melukai warga sipil.

"Terdapat korban warga sipil karena pertempuran meluas ke wilayah lainnya di kota itu," katanya melalui telepon dari kediamannya di Filipina selatan.

Serangan hari Minggu itu juga merupakan aksi balas dendam atas suatu serangan militer pada Februari lalu yang menyebabkan hancurnya suatu kamp penting MILF di kompleks Buliok di Filipina selatan.

Kabalu memperingatkan kelompoknya akan terus meningkatkan serangan bila pihak militer Filipina tidak ditarik mundur dari kamp Buliok dan bila pemerintah tidak membatalkan dakwaan pembunuh kepada para pemimpin MILF atas peristiwa serangkaian pemboman di bandara dan dermaga yang menewaskan hampir 40 orang di wilayah Filipina selatan.(ant-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA