
| Selasa, 6 Mei 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Unikal Tak Buka Kelas JauhPEKALONGAN - Perguruan tinggi yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Batik, Universitas Pekalongan (Unikal) menyatakan, tidak mau membuka kelas jauh di kota lain, meski banyak perguruan tinggi lain yang membuka di kota ini. ''Unikal sama sekali tidak tertarik dan tergoda adanya tawaran untuk membuka kelas di kota lain walaupun di Pekalongan dan sekitarnya bermunculan kampus portable yang dijinjing dari luar Pekalongan dengan menawarkan kemudahan dan harga murah,'' kata Rektor Unikal, Prof Dr Esmi Warassih SH MS. Hal itu ditegaskan dalam sambutannya pada wisuda sarjana ke-18 Unikal di halaman kampus Jalan Sriwijaya, Sabtu. Rektor mewisuda 259 sarjana dari empat fakultas. Rinciannya, Fakultas Ekonomi 64 orang, Fakultas Hukum (171), Fakultas Perikanan (10), dan Fakultas Pertanian (14). Rektor menetapkan empat wisudawan terbaik untuk masing-masing fakultas, yakni Fakultas Ekonomi, Khaerul Mukmin dengan indeks prestasi 3,78, Dadang Ariyanto (3,72) dari Fakultas Hukum, Eko Hardjanto (3,43) dari Fakultas Pertanian, dan Mikyalu Sholihah (3,36) dari Fakultas Perikanan. Lebih lanjut Esmi mengatakan, fenomena banyaknya perguruan tinggi membuka kelas jauh itu menyiratkan, pendidikan sekarang ini merupakan komoditas. ''Terbetik dalam hati saya, ijazah yang diperoleh para pegawai yang berasal dari kategori kelas jauh telah diancam tidak diakui melalui surat edaran kopertis, tetapi tampaknya ancaman itu belum berdaya, kecuali jika pengajuan penyesuaiannya membuktikan,'' katanya. Di era reformasi dan globalisasi ini, dia mengakui perguruan tinggi akan menghadapi peluang dan tantangan. Tantangan itu antara lain masuknya perguruan tinggi luar negeri membuka di Indonesia. Tantangan bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan otonomi PTN, membuktikan beberapa PTS mengalami penurunan penerimaan mahasiswa pada tahun 2002/2003. Itu disebabkan beberapa PTN sejak beberapa tahun lalu giat membuka program kuliah jarak jauh maupun ekstensi dengan pertimbangan menaikkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi dengan menaikkan daya tampung. Hal itu akan mempengaruhi PTS dalam menerima mahasiswa. (A15-74) |