
| Selasa, 6 Mei 2003 | Jawa Tengah - Banyumas |
RSUD Banjarnegara Tambah Ruang ICUBANJARNEGARA - Pasien warga Kabupaten Banjarnegara yang mengalami indikasi khusus, seperti gagal napas, kardiovaskuler (gagal jantung), gangguan keseimbangan asam-basa, dan penyakit kritis lain yang masih punya harapan hidup, tak perlu lagi dirujuk ke RSU lain. RSUD Banjarnegara kini memiliki ruang intensive care unit (ICU) guna menangani pasien yang berindikasi khusus tersebut. Peresmian pengoperasian dilakukan Bupati Drs H Jasri ST MM, Sabtu lalu, dihadiri Wabup Drs Hadi Seupeno MSi dan Sekda Sutejo Slamet Utomo SH MHum. Ruang ICU yang dibangun di atas tanah seluas 12x6 m itu, berlokasi di depan bangsal Dahlia. Sebelum direnovasi untuk ruang khusus itu, semula menjadi ruang kantor Sub Bagian Perawatan rumah sakit tipe C itu. Direktur Badan RSUD, dr H Sri Handono MPPM, kemarin mengungkapkan, RSUD yang berlokasi di Jl Jenderal Soedirman itu sangat perlu ruang ICU. Selama ini, jika menerima rujukan pasien yang mengalami indikasi khusus semacam itu harus dirujuk lagi ke RSU kota lain. Pasien yang mengalami indikasi khusus semacam itu, seperti sedang berpacu dengan kematian. Pasien itu, sangat berisiko apabila dibawa ke RSU lain dengan kendaraan yang jaraknya puluhan kilometer. ''Bisa-bisa saat dibawa ambulans untuk dirujuk ke RSU lain, hanya mampu bertahan sampai Wangon (5 km arah barat Banjarnegara-Red),'' ujar Alumnus FK UGM itu. Harapan Hidup Setelah menambah ruang ICU, lanjutnya, rumah sakit itu setidaknya bisa melakukan penanganan pertama pasien dalam kondisi kritis. Sebab ruangan itu sudah dilengkapi jet bad side monitor, alat pembangkit jantung/pernapasan, alat penopang hidup lainnya. ''Orang yang sudah tak mampu bernapas atau detak jantung terhenti, diharapkan masih berpeluang hidup dengan dibantu peralatan itu, asalkan otak si pasien masih bekerja,'' ujarnya. Ruang ICU bukan untuk sembarang. Hanya pasien tertentu yang mengalami indikasi khusus semacam itu, bisa dirawat ruang tadi. Itu pun harus melalui kesimpulan medis dokter, yang menyatakan dia harus menjalani perawatan di ruang khusus itu. Lulusan S2 di Univercity South California AS itu mengakui, pengoperasian peralatan di ICU cukup tinggi, tak sebanding dengan nilai pemasukan. Namun hal itu akan dikesampingkan dulu, sebab yang lebih penting pasien dapat tertol0ong. ''Pengoperasian beberapa alat di ruang ICU cenderung pada pengabdian. Jika dihitung dari segi pendapatan tak bakal nutup,'' ujarnya. (A9-68) |