logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Mei 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

P4B Lebihi Target, 1.496.683 Jiwa Terdaftar

PURWOKERTO- Hasil Pendaftaran Pemilih dan Pendataan Penduduk Berkelanjutan (P4B) di Kabupaten Banyumas melebihi target yang ditetapkan provinsi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banyumas, Bambang Yuniadi mengemukakan, sampai 30 April hasil sementara dari formulir KPU-LK, jumlah penduduk yang telah terdata 1.496.683 jiwa. Mereka didata oleh 1.750 petugas P4B.

''Dari jumlah tersebut 1.038.307 jiwa atau 69,37 % di antaranya merupakan penduduk yang mempunyai hak pilih dalam Pemilu 2004 mendatang,'' kata dia, Senin (5/5).

Jumlah penduduk tersebut tersebar dalam 3.956 blok sensus. Jumlah ini melebihi target yang ditentukan provinsi, dimana provinsi memasang target sebesar 3.930 blok sensus.

Menurutnya, adanya tambahan blok sensus sebanyak 26 blok ini, karena sebelumnya blok-blok tersebut kosong, tapi sekarang sudah dihuni para warga.

Tuna Wisma

Dari jumlah penduduk yang telah terdaftar itu, 208 di antaranya para tuna wisma, seperti gelandangan, pekerja seks komersial, dan orang gila. Mereka tersebar di eks kotatif Purwokerto dan ibukota eks kawedanan. Pendataan terhadap tuna wisma ini dilakukan pada 30 April lalu.

Menyinggung pendaftaran para tuna wisma, dapat berjalan dengan lancar. ''Malam itu berbarengan dengan suasana hujan, sehingga banyak dari mereka yang tidak nglayap tapi memilih ngepos di tempat mangkalnya,'' kata dia.

Bambang mengemukakan, meski telah melebihi target pihaknya masih menerima beberapa laporan dari masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kos atau menempati kantor-kantor tertentu, yang belum merasa terdaftar.

Untuk itu, dia mengharapkan agar masyarakat yang belum terdaftar agar segera melapor kepada pengurus RT atau desa/kelurahan setempat. Hal ini untuk memperoleh formulir KPU-SD, seperti mereka yang terdaftar telah memegang formulir itu.

Diakui, ada beberapa kendala di lapangan yang dihadapi petugas. Salah satunya kurang sosialisasi, sehingga banyak masyarakat belum siap dengan surat-surat yang diperlukan ketika didata petugas. ''Ini memperlama petugas melakukan pendataan,'' jelasnya.

Kesulitan lain yang dihadapi terutama ketika mendata di wilayah perkotaan terutama di beberapa perumahan. ''Tapi setelah koordinasi dengan kelurahan setempat kendala itu dapat diatasi,'' kata Bambang.

Dia mengemukakan, P4B ini secara nasional konsepnya sama. Dicontohkan, pendaftaran ini tidak an sich atau terpaku pada alamat KTP warga itu. Tapi cenderung fakta dimana penduduk itu sekarang berada atau tinggal.

Seorang yang ber-KTP Sukoharjo tapi bekerja di Purwokerto, misalnya, tetap didata dimana dia tinggal sekarang yaitu di Purwokerto. (G17-68)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA