logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Mei 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Dua Penjambret Ditembak

BANYUMAS- Dua penjambret yang sering beroperasi di Kota Purwokerto, kemarin ditembak polisi. Dua penjahat itu masing-masing bernama Hartoyo (26) dan Hartono (26), warga Arcawinangun, Purwokerto Timur.

Kapolres Banyumas AKBP Winarno AS SH ketika dihubungi menjelaskan, dua penjambret itu berusaha lari ketika disuruh menunjukkan lokasi penjambretan. Hartoyo ditembak kaki kanan, Hartono kaki kiri. Dua tersangka ini ditahan di Polres.

Dia menjelaskan, kedua tersangka terakhir menjambret kalung milik Inung (30), warga Banteran, Sumbang, Banyumas. Korban saat itu sedang melintas di jalan raya Dukuh Waluh, Kembaran dengan mengendarai sepeda motor sendirian.

Korban menjelaskan, saat melaju dengan kecepatan sedang, tiba-tiba dipepet pengendara sepeda motor yang berboncengan. Pengendara yang semuanya lelaki mengenakan helm cakil, sehingga korban tidak bisa mengenali dengan baik pelakunya.

Saat melapor ke polisi Inung menjelaskan, penjahat menggunakan sepeda motor Yamaha Force 1. Korban juga menunjukkan ciri-ciri tersangka, dan ciri-ciri sepeda motornya. Dengan keterangan itu polisi berusaha mencari tersangka.

Kapolres menjelaskan, polisi juga mendapat informasi dari masyarakat mengenai perilaku Hartoyo dan Hartono selama ini. Pengangguran itu selalu berfoya-foya dan banyak uang, sehingga teman-temannya curiga, dan ada yang memberi tahu polisi.

Kedua tersangka, kata AKBP Winarno, diduga terlibat sejumlah kasus penjambretan di Purwokerto yang selama ini belum terungkap. Kasus penjambretan sejak 1999, baru sedikit yang terungkap. Korban terbanyak penjambretan adalah nasabah bank.

Polisi baru berhasil mengungkap salah satu kawanan penjambret asal Palembang, dan kini sudah dipenjara. Namun penjambret dari Sumatera Selatan itu hanya terlibat satu kasus penjambretan nasabah bank.

Dalam kasus pencurian mobil, polisi terpaksa menembak Maskur (35), penduduk Sawangan, Leksono, Wonosobo. Tersangka ini terlibat pencurian mobil truk di Patikraja, Banjarnegara dan Temanggung. ''Dia mencuri di Temanggung sebanyak tiga kali,'' katanya.

Dalam melakukan pencurian truk, Maskur mengaku bekerja sendirian menggunakan kunci T. Namun polisi tidak percaya, karena mencuri kendaraan besar bukan perkara mudah, apalagi dia melakukan pencurian di berbagai tempat.

Setelah korban di Patikraja, Banjarnegara dan Temanggung melapor ke polisi, ada informasi bahwa truk yang dicuri dari Patikraja muncul di Wonosobo.

Berdasarkan keterangan itu, polisi melacak ke daerah itu dan menemukan truk tersebut. Ketika ditangkap, Maskur berusaha lari sehingga ditembak kakinya. (in-68)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA