logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 6 Mei 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Ahli Waris Setuju Rumah Ny Satiyah Dibongkar

BANYUMAS-Geger Suradi (22) ketempelan ular gaib ternyata berbuntut. Warga gerumbul Bengkelung Desa Nusamangir, Kecamatan Kemranjen, menuntut agar rumah Ny Satiyah dibongkar.

Di samping itu mereka juga menuntut Ny Satiyah (76) dan anaknya Ny Sukinem (50), pergi dari desa tersebut. ''Pascakejadian yang menggegerkan itu, warga menuntut rumah Ny Satiyah dibongkar. Warga juga menuntut kedua orang tersebut pergi dari desa itu,''kata Kades Nusamangir Saimin kemarin.

Tuntutan warga itu muncul karena warga menganggap Ny.Satiyah memiliki ilmu tertentu, yang menyebabkan tingkah aneh Suradi. Namun menurut Kades Nusamangir, hal itu sangat sukar dibuktikan.

Menanggapi tuntutan warga, beberapa hari lalu diadakan pertemuan. Hadir dalam pertemuan tersebut keluarga Suradi, para tokoh masyarakat, staf pemdes, wakil muspika, wakil BPD dan ahli waris Ny. Satiyah yang diwakili Slamet.

Keluarga Ny Satiyah menyanggupi tuntutan warga agar rumah orang tua mereka dibongkar. Mereka juga menyanggupi tuntutan agar Ny. Satiyah dan Ny. Sukinem, yang lumpuh sejak sekitar 20 tahun lalu, tidak lagi tinggal di desa tersebut.

Tiga Permintaan

Namun, menurut Saimin, dalam pertemuan tersebut para ahli waris Ny Satiyah juga mengajukan sejumlah permintaan. Pertama, setelah rumah orang tua mereka dibongkar, mereka meminta warga untuk tidak menyangkut-pautkan isu nyupang dengan para ahli waris. Kedua, mereka meminta warga menghentikan tuduhan nyupang. Ketiga mereka menyerahkan penanganan urusan tersebut kepada pemdes dan muspika. Jika setelah pembongkaran masih ada isu tidak sedap mengenai keluarga Ny Satiyah mereka akan menyelesaikan secara hukum.

Kades Nusamangir juga mengatakan, semua yang hadir dalam pertemuan tersebut menerima permintaan ahli waris itu. Dan dalam pertemuan juga disepakati yang bertindak sebagai eksekutor pembongkaran rumah adalah pemdes Nusamangir.

Meski sudah tercapai kesepakatan pembongkaran, pihak pemdes meminta warga bersabar. Menurut Kades Saimin, masih banyak yang harus dilakukan sebelum pembongkaran rumah.

''Kami butuh waktu untuk sosialisasi, klarifikasi dan hal lain sebelum melakukan pembongkaran. Jadi kami harap warga bersabar dan dapat mengendalikan emosi''tandas Saimin.

Ny Satiyah sendiri sejak kejadian itu diungsikan. Semula dikabarkan dibawa ke Polsek Kemranjen, lalu dirawat di Puskesmas karena sakit.

Informasi terakhir, janda tua itu disembunyikan di rumah keluarganya dan tak boleh ditemui karena masih trauma. (ms-47)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA