
| Selasa, 6 Mei 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Petasan Besar Hampir Celakai Bupati
BUMIAYU - Pelantikan PAC PDI-P Salem, Kabupaten Brebes, Minggu (4/5) lalu, mungkin saja batal, jika sebuah petasan besar yang diletakkan di jendela kamar tidur rumah Sukirso, anggota FPDI-P DPRD, meledak dan mencelakai Bupati dan rombongan. Sebab, di rumah tersebut, Bupati Indra Kusuma yang juga Ketua DPC PDI-P Kabupaten Brebes dan sejumlah pengurus teras partai tersebut sedang beristirahat. Jika petasan seukuran paha orang dewasa meledak, dapat dibayangkan bisa memporakporandakan rumah dan isinya. Ujung sumbu petasan itu dihubungkan dengan obat nyamuk bakar. Jika obat nyamuk yang terbakar itu menyentuh ujung sumbu, dalam waktu singkat petasan tersebut akan meledak. Korban ledakan itu juga dapat diperkirakan. Ledakan mungkin akan melukai sejumlah penghuni rumah tersebut, termasuk Bupati dan rombongan. ''Kalau sampai meledak, yang luka bisa diperkirakan. Untung hal itu bisa dicegah dan petasan besar itu tidak meledak,'' ujar Kapolres Brebes AKBP Drs H Bambang Purwanto SH MSi. Petasan tersebut kini diamankan Satserse Polres Brebes. Dari kejadian itu, sudah satu orang ditangkap dan enam yang lain sedang dimintai keterangan guna bahan penyidikan kasus tersebut. Kapolres mengemukakan, hingga kemarin satu regu dari Sabhara dan Satserse masih berada di lokasi kejadian, Dusun Ngebrak, Kecamatan Salem. Mereka selain mengamankan lokasi juga memeriksa pihak-pihak yang dicurigai tahu atau terlibat dalam kasus tersebut. Diselidiki Serius Informasi yang dihimpun Suara Merdeka menyebutkan, sejak Sabtu sore rombongan Bupati dan pengurus teras DPC PDI-P Kabupaten Brebes berniat bermalam di rumah anggota DPRD tersebut yang juga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PAC Salem. Sebagian rombongan ada yang menginap di rumah Maskhuri, tokoh partai banteng tingkat kecamatan, di kaki Gunung Slamet tersebut. Dua orang yang menjaga rumah Sukirso dan duduk-duduk di teras depan mendengar suara mencurigakan di belakang rumah. Ketika diperiksa, ternyata ada seseorang yang lari terbirit-birit dan menabrak pagar tembok belakang rumah. Kejadian mencurigakan itu langsung ditindaklanjuti. Akhirnya diketahui ada seorang anak berinisial Hnd (15) yang diperintah memasang petasan tersebut. Di hadapan polisi dari Polsek Salem, Hnd mengaku diperintah seseorang yang kini masih dalam penyidikan polisi. Orang tua Hnd begitu tahu anaknya terlibat, tiba-tiba datang ke rumah Sukirso dan langsung mendampratnya. Pada sore hari, begitu pelantikan Ketua PAC Salem selesai, sekelompok massa tiba-tiba mengepung rumah Sukirso. Massa itu minta agar anak yang masih di bawah umur tersebut dibebaskan. Namun, polisi bersikeras menyelidiki kasus itu secara serius. Sementara itu, perintah pemasangan petasan besar tersebut, kata Kapolres, sebenarnya dilakukan oleh empat orang termasuk seorang yang ditangkap. ''Kami sedang menyelidiki kasus ini. Ini jelas ulah orang iseng yang sangat membahayakan keselamatan jiwa orang lain,'' ujarnya. Bupati Brebes saat dimintai konfirmasi tidak banyak berkomentar. Dia justru tidak mempermasalahkan kejadian tersebut. ''Nggak ada apa-apa kok. Ini masalah biasa,'' tuturnya. Hal sama juga dikemukakan Sukirso. Dia menyebutkan, dirinya biasa diteror. Kemarin itu tidak ada apa-apa dan tidak perlu dipermasalahkan. "Masalah itu agar ditindaklanjuti secara hukum. Hal itu untuk mengetahui siapa di belakang peristiwa tersebut. (D12,wh-20e) |