| INDEKS BERITA HARI INI | Senin, 5 Mei 2003 |
1.200 Prajurit TNI Tiba di Aceh
|
Ratusan Bus Se-Pantura Mogok
CIREBON- Dampak kematian sopir bus PO Bhineka, Anjani (29), yang diduga ditembak Kapolsek Cirebon Utara Iptu Pol Bambang S pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30, ternyata beberapa jam kemudian disusul dengan aksi perusakan pos polisi Palimanan dan aksi mogok jalan bus sepantura Cirebon. |
|
|
Soal Cak Nur, PDI-P Baru Akan Bahas pada Rakernas
SURABAYA- Pemunculan nama Prof Dr Nurcholish Madjid sebagai kandidat presiden mengakibatkan perubahan signifikan dalam peta kekuatan antarkandidat presiden dalam Pemilu 2004 mendatang. |
Korut Arahkan 100 Rudal Nuklir ke AS
SYDNEY - Korea Utara (Korut) memiliki paling tidak 100 rudal nuklir yang diarahkan ke AS. Korut pasti akan menggunakan senjata pemusnah massal tersebut, jika sanksi-sanksi baru ekonomi diberlakukan terhadap Pyongyang, kata seorang propagandis negara komunis itu, Minggu. |
|
|
Syahril Belum Tahu Jepang Gantikan IMF
JAKARTA-Gubernur Bank Indonesia (BI) Syahril Sabirin mengaku belum tahu kalau Jepang akan menggantikan Dana Moneter Internasional (IMF) di Indonesia. ''Saya benar-benar belum tahu,'' kata Syahril usai menutup Pekan Olah Raga Perbankan IX-2003 di halaman belakang Gedung BI, Jakarta, Minggu. |
Oscar Memang Luar Biasa, Indah, dan Mematikan
|
|
|
Pro-Kontra RUU Sisdiknas Wajar
PALEMBANG- Ketua MPR Amien Rais menilai, reaksi masyarakat terahadap RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) merupakan bagian dari demokrasi dan suatu kewajaran. "Saya melihat itu hal biasa di tengah-tengah masyarakat ada pro-kontra mengenai RUU. Ini bukan yang kali pertama, banyak RUU menjadi perdebatan di masyarakat luas," katanya ketika ditemui di Bandar Udara (Bandara) Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Sabtu (3/5). |
Memperpanjang Daftar Pengangguran
|
|
|
Meski Tidak Lulus, Punya STTB
SEBANYAK 23.751 siswa SLTP dan 16.086 siswa SMU/SMK se-Banyumas akan mengikuti UAN tahun ini. Kepala Dinas Pendidikan Banyumas Drs Sutjipto DS mengemukakan, diprediksi sekitar 10% peserta ujian akhir tersebut tidak akan lulus ujian. Sementara itu, secara nasional diprediksi 4%-15% yang tidak lulus. |
''Selain Siswa Digenjot, Kami Doa dan Zikir Bersama''
TIDAK hanya sekolah nonunggulan saja yang dibuat kalang kabut dengan pemberlakuan sistem Ujian Akhir Nasional (UAN) itu. Di Purwokerto, SMU 2 yang selama ini dikenal dengan sekolah favorit, sampai harus mengadakan persiapan khusus. |
|
|
Bila Taat Asas, 15% Siswa Tak Lulus
MULAI tahun ini diberlakukan sistem baru pada Ujian Akhir Nasional (UAN). Sistem UAN sebenarnya tak berbeda dari Ebtanas. Hanya saja ada beberapa hal yang diharapkan akan meningkatkan kualitas pendidikan. Dari semua mata pelajaran yang diberikan di sekolah, kata Dirjen Dikdasmen Djati Sidhi, selain ujian tertulis juga diberlakukan ujian praktik termasuk pelajaran agama. |
Analisis Berita RUU Sistem Pendidikan Nasional dan Jebakan Isu Agama TUNTUTAN untuk memiliki sistem pendidikan nasional melalui Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sidiknas) sudah menjadi tuntutan. Demikian tekad Mendiknas Malik Fadjar. Karena itu, perlu dibuat landasan yuridis untuk pengembangan pendidikan yang lebih baik. |
|
|
Tak Perlu Curigai RUU Sisdiknas
SEMARANG - Siapa pun hendaknya tidak terlalu mencurigai rumusan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang mengatur tentang penyelenggaraan pendidikan agama. Aturan itu mengharuskan sekolah memberikan pendidikan agama kepada anak didik sesuai dengan agama yang dipeluknya dan diajarkan oleh guru yang seagama, termasuk sekolah yang didirikan oleh lembaga keagamaan. |
Tim Sukses Bachtiar dan Hamzah Bersaing
JAKARTA - Dua tokoh di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yaitu Hamzah Haz dan Bachtiar Chamsyah, diperkirakan bakal bersaing dalam Muktamar V partai tersebut pada 20 sampai dengan 25 Mei mendatang. Wakil Sekjen DPP PPP Drs Achmad Mukowam mengakui saat ini hanya dua tokoh tersebut yang bakal bersaing untuk jabatan ketua umum. |
|
|
Digagalkan, Pengiriman 97 Butir Ekstasi
MALANG-Petugas gabungan Bandara Juanda berhasil menggagalkan pengiriman 97 butir ekstasi warna kuning dan 97,39 gram sabu-sabu (SS) yang akan dikirim ke Jl Boegenfil 8, Mataram. Selain menyita barang bukti, petugas juga mengamankan Widija Raga, 42, warga Jl Salak, Tambaksari, Surabaya. |
Panlihgub Mulai Buka Pendaftaran
SEMARANG-Senin (5/5) pagi ini hari pertama Panlihgub membuka pendaftaran cagub/ cawagub Jateng 2003-2008. Pendaftaran akan dibuka selama 20 hari hingga 20 Mei mendatang. "Meski waktu pendaftaran cukup lama, saya mengimbau cagub/ cawagub tidak terlalu mepet memasukkan lamaran ke Panlih. |
|
|
Polisi Irak Aktif Kembali
BAGDAD - Polisi Irak, yang tidak bersenjata api, kembali bertugas lapangan di Bagdad, Minggu kemarin. Mereka beroperasi di bawah pengawasan pasukan AS, yang coba memulihkan ketertiban di ibu kota Irak itu. Tetapi, muncul peringatan mengenai tugas berat yang bakal mereka hadapi: para penjarah juga marak kembali. Penjarah merampok sebuah istana kepresidenan untuk mencari-cari apa pun yang tersisa dari penjarahan sebelumnya. |
Mbah Liem: Gus Dur Jangan "Nyalon" Presiden
MALANG-Sesepuh dan tokoh NU, KH Muslim Rifai Imam Puro asal Klaten, Jawa Tengah, mendoakan PKB pimpinan Alwi Shibab dapat menang mutlak pada Pemilu 2004. Selain itu, kiai yang lebih dikenal dengan nama Mbah Liem ini menyarankan Gus Dur untuk tidak mencalonkan diri menjadi presiden 2004. |
|
Biaya Sidang Bom Bali dari APBN
DENPASAR - Menko Perekonomian Prof Dr Dorodjatun Kuntjoro-Jakti mengemukakan, dirinya bersama dua menko lainnya, yakni Menko Kesra dan Menko Polkam, mendukung pemanfaatan dana khusus yang dialokasikan dalam APBN 2003 untuk kelancaran proses peradilan bagi pelaku kasus bom Bali. |
"Boleh Nggak Aku Bergoyang?"
INUL Daratista mendapatkan kembali energinya. Namanya dielu-elukan hampir 10 menit oleh sekitar 30 ribu massa yang memadati Kompleks Kolam Renang Karangsetra Bandung kemarin, menjelang pemunculannya untuk beraksi dengan goyang enerjiknya, yang intim disapa goyang ngebor. |
|
|
Masih Ada Beda Pendapat soal Kampanye di Kampus
SURABAYA- Kalangan pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) di Jatim, beberapa waktu lalu telah memutuskan menolak kegiatan kampanye partai di kampus saat Pemilu 2004. Namun, ketika keputusan tersebut didialogkan dengan pimpinan PTN dan PTS lain di Indonesia, ada banyak pendapat yang mengizinkan kampusnya dijadikan ajang kampanye partai saat pemilu. |
||