
| Sabtu, 3 Mei 2003 | Sala |
Judi Capjiki Merebak LagiSRAGEN-Meski berulang-ulang diprotes, judi capjiki di Sragen Kota merebak lagi. Bahkan para penjaja lebih berani dan mencolok. Para penambang nekat membuka dasaran di depan rumah sakit atau sekolah. Itulah, misalnya, yang terjadi di depan RSU Mardi Lestari dan SD Santo, Jalan Rokan, Sragen. "Sebenarnya perjudian sudah dirazia sejak seminggu lalu, namun kini merebak lagi," tutur Haryono, warga Mageru. Rapat Muspida yang merekomendasikan penutupan agen atau penjualan capjiki kini tak digubris. Meski ada sejumlah penambang tertangkap, di beberapa kampung perjudian dengan 12 kartu cina itu kini tampil mencolok lagi. Sejumlah kecamatan pinggiran, seperti Gondang dan Miri, pun sudah dirambah capjiki. Padahal, perjudian itu cukup diminati rakyat kalangan bawah dan sulit ditertibkan. Sejumlah aparat Polres dibantu Satpol Polisi Pamong Praja pernah merazia. Seminggu perjudian ditutup. Namun "penembak" di Sragen nekat memasang taruhan di Grompol, Kecamatan Kebakkraman, Karanganyar, yang berbatasan dengan Kabupaten Sragen. Bupati H Untung Wiyono dalam dialog interaktif "Halo Bupati" yang disiarkan RSPD Bhuana Asri sering mengimbau warga tidak berjudi. Namun seminggu kemudian judi merebak lagi.(nin-78g) |