logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Mei 2003 Olahraga  
Line

Mundari Instruksikan Langsung Menekan

  • Zainal Arief Jadi Target Man

JAKARTA-Mencetak gol sebanyak-banyaknya. Itulah tekad tim PSSI U-23 saat meladeni Lebanon dalam duel pertama babak kedua Pra-Olimpiade 2004 di Stadion Gelora Bung Karno, malam ini. Sebaliknya, tim asal Timur Tengah ini siap mencuri angka sekaligus mempermalukan tuan rumah.

Keinginan mencetak gol sebanyak-banyaknya itu disampaikan pelatih kepala tim Indonesia, Mundari Karya seusai latihan di Jakarta semalam. Tim Indonesia akan mengawali pertandingan babak prakualifikasi Olimpiade 2004 lawan Lebanon Malam nanti mulai pukul 19.00.

Skuad Merah Putih memang wajib menang besar jika ingin melaju ke babak berikutnya. Pasalnya, pertandingan kedua di Lebanon 7/6 mendatang diperkirakan akan lebih berat. Selain faktor cuaca yang tak mendukung, peran wasit akan sangat menentukan.

"Sudah menjadi rahasia umum, jika wasit di sana (Timur Tengah-Red) pandai 'bermain'. Jadi, Indonesia harus menang besar di pertandingan pertama," katanya.

Guna mewujudkan harapan itu, dia akan menginstruksikan para pemainnya untuk langsung menekan sejak kick off. Permainan cepat juga akan dikembangkan mulai awal. Pola 3-4-3 akan dipakai guna mewujudkan harapan menjaringkan gol sebanyak mungkin.

Mantan pelatih Barito Putra dan Persija Jakarta Pusat itu akan menempatkan striker Zainal Arif sebagai target man. Dia akan didukung Rahel Tuasalamony atau Firman Utina dan Agus Indra Kurniawan.

"Saya harap mereka akan saling mengisi. Mereka sudah kompak dan mengerti apa yang seharusnya dilakukan," tandas Mundari.

Titik Lemah

Pola itu dia yakini akan merepotkan pertahanan Lebanon yang menurutnya merupakan titik lemah. Dengan bermain cepat, lini belakang lawan diperkirakan akan kesulitan menjaga setiap pemainnya. Memang skema itu membutuhkan fisik prima.

Namun, mantan pemain klub perintis Galatama, Jaka Utama itu tak mempermasalahkan kondisi fisik pemainnya, kendati hampir semua pemain kelelahan sehabis mengikuti putaran pertama Kompetisi Liga Indonesia IX.

Soal fisik pemain Lebanon yang tinggi-tinggi, dia tak mempermasalahkannya. Pasalnya, kendati tinggi mereka tak secepat tim asal Arab Saudi, Iran, atau Uni Emirat Arab.

"Mereka memang tinggi-tinggi. Namun, bukan jaminan mereka bisa menang di sini. Faktor jadi tamu juga akan sangat memengaruhi penampilan mereka," tambahnya.

Keyakinan Indonesia bisa menang besar juga dilontarkan mantan libero timnas Ronny Patinasarani. Dia memperkirakan Zainal Arief dkk akan menang lebih dari empat gol. Dia menilai, tim Lebanon tak sebagus negara-negara Timur Tengah lain.

Tim besutan trio pelatih Mundari, Bambang Nurdiansyah, dan Subangkit itu dia nilai di atas kertas lebih unggul daripada Lebanon. Permainan selama uji coba relatif bagus, yakni menang 4-2 atas legiun asing di KLI IX dan 6-0 atas tim Departemen Perhubungan.

"Yang paling penting mereka jangan sampai terlena dan meremehkan lawan. Dukungan suporter juga harus dimanfaatkan sebaik mungkin," paparnya.

Kiper timnas Syamsidar yang besar kemungkinan akan menjadi starter menggeser posisi Jendri Pitoy, berjanji untuk bermain maksimal. Dia sangat tertantang, bahkan ingin membuktikan kiper asal tim Divisi I juga bisa menjadi penjaga gawang timnas.

Syamsidar adalah kiper Persim Maros, yang tim kini tengah berjuang untuk promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia. "Jika dipercaya oleh pelatih (Haryono, pelatih khusus kiper) saya akan tampil sebaik mungkin," papar kiper terbaik dalam turnamen Sultan Brunei 2002 itu.

Lebanon

Arsitek tim Lebanon Richard Tardy tetap optimistis dapat menjinakkan Indonesia di pertemuan pertama ini, kendati belum mengenal kekuatan tuan rumah.

Dia justru mengkhawatirkan dukungan penonton yang dipastikan akan memenuhi stadion. "Dengan kapasitas stadion 100.000 penonton, tampaknya tim Anda sudah di atas angin. Atmosfernya tentu sangat berbeda," ucapnya.

Dalam latihan mereka kemarin di Stadion Gelora Bung Karno, tampak Tardy akan memainkan skema 4-4-2, seperti formasi tim-tim Eropa. Pola itu diyakini akan bisa meredam permainan Indonesia yang akan menggunakan formasi 3-4-3.

"Saya harap pemain kami tidak grogi dan bisa bermain lepas, sehingga target mencuri angka terealisasi," ujar pelatih asal Prancis tersebut.(bn,wgm-22e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA