logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Mei 2003 Olahraga  
Line

Tim Pra-PON Mulai Berlatih Awal Juni

  • Eddy Prayitno dan Nur Sahid Asisten Pelatih

SEMARANG-Begitu menerima SK pengangkatan Manajer Tim Pra-PON Jateng, pagi kemarin Ir Yoyok Mardiyo langsung berkoordinasi dengan penanggung jawab tim Drs H Sumaryoto di Hotel Ciputra Semarang. Keduanya membahas pelatih, asisten pelatih, serta perangkat manajemen.

Dalam pertemuan sekitar dua jam yang tertutup untuk wartawan itu, keduanya belum menentukan pelatih kepala. Namun dua asisten pelatih sudah disebutkan, yaitu Edy Prayitno yang saat ini melatih PSIW Wonosobo, dan Nur Sahid dari Apac Int. Pelatih fisik dipercayakan kepada Drs Supriyadi.

"Untuk pelatih kepala masih belum kami putuskan. Mungkin satu atau dua hari lagi akan kami umumkan. Untuk sementara, kami baru menentukan dua asisten pelatih," tutur Yoyok kepada wartawan seusai pertemuan.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera melakukan seleksi pemain, yang materinya antara lain dari tim-tim anggota Divisi II A Jateng yang baru saja menyelesaikan kompetisi.

Saat seleksi, pelatih kepala bisa memilih sendiri pemain yang dikehendaki. Jumlahnya akan mencapai 30 orang, yang merupakan pemain-pemain terbaik U-23 di Jateng.

"Kami sudah merencanakan tempat seleksi dan TC dilakukan di Stadion Tembalang. Dengan demikian, saat kami mempersiapkan tim, tidak mengganggu kegiatan PSIS yunior di Stadion Citarum, atau PSIS senior di Jatidiri," tambahnya.

Nominasi

TC selama tiga bulan, untuk menuju Pra-PON dianggap cukup. Pra-PON akan dimulai September mendatang, setelah KLI IX berakhir.

Tim Pra-PON Jateng juga punya stok pemain, yang kini masih memperkuat tin Divisi I dam Divisi Utama, yang tersebar di berbagai daerah.

Mereka antara lain Johan Prasetyo asal Ambarawa dan Suswanto dari Rembang yang sekarang masih memperkuat Persik Kediri, juga Jimmy Suparno dari Cilacap yang saat ini bergabung dengan Persipura Jayapura.

"Begitu KLI IX selesai, mereka akan langsung bergabung dengan kami. Tentu kualitas pemain-pemain di Divisi Utama dan Divisi I di atas pemain-pemain hasil seleksi, sehingga nanti tinggal melakukan tambal- sulam."

Tentang rencana TC di Akmil Magelang, Yoyok kurang sepakat, pertimbangannya jauh dari Semarang. "Kalau pemusatan latihan di Semarang, pengawasannya akan lebih mudah," tambah mantan Manajer PSIS itu

Dari data di Pengda PSSI Jateng, pemain-pemain yang bisa memperkuat Pra-PON daerah ini adalah mereka yang paling tua, lahir tahun 1981 dan ber-KTP Jateng.

Mereka yang sudah didata antara lain Johan Prasetyo, Suswanto (Persik), Jimmy Suparno (Persipura), Boy Jati Asmara, Modestus, Dicky Gautama, Moch Husain, Yudhi, Indriawan (Persijatim), Hadi Suryanto, Woko, Lilik W, Didik (Persijap), M Irfan, Arif Rachman, Basuki (PSIS), serta Danang Yulianto (PSS). (C16-22t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA