logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Mei 2003 Olahraga  
Line

Persijap Siap Bantu Kepindahan Dwi Adhi

  • Menang 5-0 Lawan PS Garuda

SEMARANG-Pada prinsipnya Persijap tidak akan mempersulit kepindahan Dwi Adhi Yuwono ke PSIS. Hanya, apa yang ditempuh oleh mantan Kapten Persijap Junior itu salah alamat, karena langsung disampaikan ke Persijap, tidak lewat klub asal.

"Kalau mau eyel-eyelan dengan PSIS, secara adiministrasi kami akan menang. Namun, kami tidak mau seperti itu. Semua kami lakukan hanya untuk kemajuan sepakbola di Jateng, sehingga apa yang ditempuh oleh Adhi lewat jalan yang benar, akan lancar," tutur Sekum Persijap Tafrichan, semalam.

Tafrikhan, yang semalam berada di RS Roemani Semarang menunggu cucunya yang sedang sakit, menyarankan agar Adhi mengajukan permohonan keluar dari PSPD, klub anggota Persijap,

Setelah mendapat surat keluar dari klub, baru dia bisa diajukan ke Persijap untuk diberi rekomondasi. Hal itu pernah dia sampaikan kepada pelatih Daniel Roekito di Hotel Grasia beberapa waktu yang lalu.

Pertemuan itu dilakukan menjelang PSIS akan menjamu PSS. Hal tersebut sudah dibicarakan, sehingga pada prinsipnya Persijap tidak akan memperlambat karier pemain.

"Tolong diurus lewat jalan yang benar. Kalau nanti ada kesulitan kami siap membantu, apa lagi antara Persijap dan PSIS sudah ada kerja sama. Sifatnya saling membantu," tambahnya.

Adhi punya andil besar bagi Jepara dalam Kompetisi Liga Remaja Piala Suratin musim lalu. Dia ikut membawa Persijap menjadi juara Kompetisi Liga Remaja Piala Suratin 2002.

Belum Padu

Sementara itu, kendati menang besar 5-0 (3-0) atas PS Garuda dalam uji coba pada sore kemarin, tim bayangan PSIS untuk putaran kedua belum padu. Gol-gol itu dihasilkan Julio Lopez dan Luis Miranda dari titik penalti, serta tiga gol lain oleh Indrianto Nugroho, Arif Rachman, dan Anang Dwita.

Di bawah mistar berdiri Agus Murod Alfarizi. Lini belakang terdiri atas Bonggo Pribadi, Wasis Purwoko, dan Andi Setyoyono. Barisan tengah terdiri atas Bambang Harsoyo, Heri Ismanto, Pablo Vergnano, Julio Lopez, Khair Rifo, Luluk Aprianto, sedangkan ujung tombak ditempati duet Idrianto Nugroho dan Luis Miranda.

Mereka direpotkan oleh juara Kompetisi Divisi II PSIS tahun 2002 itu terutama pada menit-menit awal. Narso, mantan pemain PSIS Junior 2002, nyaris membobol gawang, tetapi bola yang dilepaskannya bisa ditepis penjaga gawang Agus Murod.

Dalam pertandingan yang dipimpin wasit bersertifikat FIFA Joko Mulyono tersebut, PSIS menurunkan dua tim. Pada 45 menit pertama mereka menurunkan tim bayangan, sedangkan babak kedua mengeluarkan tim cadangan.

Asisten pelatih Joko Yogiyanto, yang menggantikan peran Daniel Roekito karena sedang sakit, mengaku timnya masih banyak kelemahan, terutama masalah penyelesaian akhir dan belum kompaknya sektor gelandang. (C16-22e)

Ayo PSIS

Lewat rubrik ini, Anda bisa mengekspresikan dukungan kepada PSIS. Yang ingin menyampaikan aspirasinya silakan mengirim lewat faksimile (024) 8410717.

Selamat Ulang Tahun

SEMOGA perayaan ulang tahun Panser Biru nanti meriah. Semoga itu menjadi awal baik bagi Panser Biru melenggang menjadi lebih dewasa. (Cah Semarang Timur)

Perlakukan Pemain Sebaik Mungkin

PEMAIN PSIS adalah para profesional. Untuk membangkitkan semangat mereka, hendaknya manajer tim harus memperlakukan sebaik mungkin. Baik dari sisi penginapan maupun gaji dan segalanya. (Sri, Sedangguwo)

Targetnya Apa Sih?

SAYA kok tidak tahu apa sih target tim PSIS. Kalau hanya tidak terdegradasi, itu hal yang mudah. Bila melihat materi dan pelatihnya seperti ini, harus juara dong! (Sub Kan, Demak)

Dukung Agus Hijrah

AGUS Murod adalah kiper bagus di PSIS. Itu terlihat saat Kompetisi Divisi I beberapa waktu lalu. Tapi sekarang tidak pernah terpakai. Kalau memang dilirik Pelita KS, kenapa ditolak. Gus, ingat, meski kamu PNS toh kamu pemain profesional. Buat apa kalau "hanya nganggur" dibayar. (Bb Ing, Cah Banowati, G5-22t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA