
| Sabtu, 3 Mei 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Semarang Menuju Kota Metropolitan (Habis)Miliki Beberapa Kawasan StrategisDalam struktur ekonomi regional, PDRB Kedungsepur adalah 19% dari PDRB Provinsi Jateng, dengan sebaran PDRB sebagai berikut Kendal 8,2 %, Demak 3,9 %, Semarang 5,5 %, Kota Seamrang 77,1%, Kota Salatiga 1,3 % dan Grobogan 4,0 %. Kota Semarang dan Salatiga memiliki beberapa kawasan strategis seperti industri, perdagangan, hotel, restoran dan jasa. Demak, Kabupaten Semarang, Kendal dan Grobogan masih bertumpu pada sektor pertanian. Berkaitan dengan kondisi geografis yang meliputi daya dukung lahan dan lingkungan, Kota Semarang semakin kritis mengingat keterbatasan lahan yang layak huni dibandingkan dengan pertambahan penduduk yang cukup tinggi. Berdasar faktor-faktor tersebut, maka secara konseptual salah satu usaha pemecahan masalah perkembangan kota secara fisik perlu dilakukan tiga pendekatan. Pertama, upaya ekstensifikasi sebagai suatu pemecahaan masalah kekurangan ruang kota dengan cara memperluas wilayah perkotaan. Kedua, intensifikasi yaitu meningkatkan efektivitas pemanfaatan ruang dan peningkatan kualitas lingkungan kota yang ada sehingga menjadi lebih baik. Ketiga, membentuk permukiman kota-kota di sekitar Kota Semarang. Penanganan yang perlu dilakukan untuk mewujudkan Metropolitan Semarang adalah; Mendorong terjadinya kesepakatan fungsi antara kota dan hinterland-nya dalam sistem perwilayahan metropolitan. Selain itu, semua pihak perlu mendorong tercapainya kerja sama antara kota dan hinterland-nya untuk mewujudkan keterpaduan pembangunan dan pengembangan wilayah dengan sistem jaringan infrastruktur yang sinergis. Yang tak kalah penting adalah, mendorong penyelenggaraan pembangunan berdasarkan prinsip good governance sehingga pelayanan publik dapat terselenggara secara adil dan sesuai dengan ciri sosial, budaya, dan ekonomi lokal. Tentu saja untuk perencanaan pembangunan untuk kota metropolitan diperlukan master planberupa skenario pembangunan metropolitan Semarang.(M Farchan, staf Bappeda Kota Semarang-71) |