logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Mei 2003 Internasional  
Line

Korban SARS Terus Berjatuhan di Cina

BEIJING - Pemerintah Cina kemarin mengatakan, 11 orang lagi warganya meninggal akibat SARS dan 176 lainnya tertular, lapor kantor berita Reuters, semalam.

Dengan demikian, sudah 181 warga Cina yang tewas dan 3.799 terinfeksi penyakit yang belum ada obatnya itu.

Departemen Kesehatan Cina mengatakan, sembilan dari 11 orang yang meninggal itu adalah warga kota Beijing. Ibu kota Cina itu tercatat paling parah dilanda wabah SARS di seluruh dunia.

Sementara itu, 267 penumpang dan awak pesawat tiga penerbangan yang dicurigai atau diduga tertular SARS saat menuju Singapura, terpaksa dikarantina untuk dipantau, kata kementerian kesehatan negara itu, Jumat.

Dikatakan, salah seorang penumpang (warga negara Singapura) yang didiagnosis SARS diketahui baru saja mengunjungi Jakarta. Dia berangkat dari ibu kota RI itu dengan menumpang pesawat Garuda.

Sebagai langkah berjaga-jaga, 160 penumpang warga setempat diperintahkan tetap tinggal di rumah masing-masing selama 10 hari. Periode inkubasi virus yang mengakibatkan Sindrom Saluran Pernapasan Sangat Parah (SARS - Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah 10 hari.

Sejumlah perusahaan penerbangan menginformasikan, sekitar 33 awak pesawat asing termasuk dalam penerbangan tersebut. Dari 74 penumpang yang bukan warga Singapura, 59 telah meninggalkan negara itu ke negara tujuan mereka.

Menurut kantor berita Reuters, sebagian besar dari 15 penumpang yang masih tinggal telah diketahui keberadaannya, dan tidak memperlihatkan gejala SARS.

Diberi Perawatan

Warga asing yang diduga terkena SARS di Singapura akan memperoleh perawatan yang diperlukan hingga mereka sembuh, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Singapura.

Langkah karantina dan pemantauan itu ditetapkan pada para awak dan penumpang tiga penerbangan. Pada setiap penerbangan tersebut, seorang penumpangnya diketahui jatuh sakit setelah tiba di Singapura.

Salah seorang penumpang berasal dari Hong Kong. Dia menumpang Singapore Airlines nomor penerbangan SQ859, Minggu pekan lalu. Dia dibawa ke RS Tan Tock Seng, yakni pusat perawatan khusus SARS, karena dicurigai tertular SARS.

Penumpang lain berada di Shanghai (Cina) sebelum tiba di Singapura dengan China Eastern Airlines nomor penerbangan MU 545, juga Minggu lalu. Dia diangkut ke rumah sakit itu dan dinyatakan tertular SARS.

Penumpang ketiga, seorang pria Singapura, baru saja mengunjungi Jakarta pada 18 April dan kembali ke Singapura dalam kondisi demam pada 22 April. Dia datang dari Jakarta dengan pesawat Garuda nomor GA 828.

Dia dikirim ke RS Tan Tock Seng dan empat hari kemudian diduga tertular SARS. Ibunya juga diduga terkena penyakit yang belum ada obatnya itu. Untung, tidak ada kasus baru dilaporkan di Singapura, Jumat.

Di negara pulau itu 24 orang telah tewas akibat SARS dan 201 orang terinfeksi.

Sementara itu, lebih dari 2.000 siswa Vietnam diperkirakan akan meninggalkan Cina beberapa hari lagi, karena takut pada wabah SARS. Orang Vietnam di Cina saat ini berjumlah 3.000 orang, termasuk 2.400 siswa.

Kedubes Vietnam di Cina tetap buka untuk membantu pemulangan para warganya, kata laporan surat kabar. Kedubes tersebut akan mencarter pesawat jika diperlukan. (ed-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA