logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Mei 2003 Internasional  
Line

AS Beri Suaka pada Penyelamat Prajurit Lynch

WASHINGTON - Seorang warga Irak yang membantu pasukan komando AS dan menyelamatkan Jessica Lynch, seorang wanita prajurit Amerika yang ditawan Irak, memperoleh suaka di AS, kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Tom Ridge.

Ridge mengidentifikasi pria itu sebagai Mohammed al-Rehaief, seorang pengacara. Dikatakan, pengacara itu beserta istri dan putrinya yang berusia lima tahun, tiba di AS pada April lalu,

Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS memberinya suaka atas dasar ''pembebasan bersyarat kemanusiaan''. Senin lalu, keluarga tersebut secara resmi diberi suaka oleh Biro Kewarganegaraan dan Layanan Imigrasi.

''Mohammed al-Rehaief sudah semestinya tahu bahwa bangsa Amerika berterima kasih atas keberanian dan kepeduliannya,'' kata Ridge, di National Press Club.

Prajurit Lynch (20), petugas suplai logistik US Army (AD AS) asal Palestine, Negara Bagian West Virginia, ditangkap pasukan Irak pada 23 Maret. Konvoi mobil Kompi Pemeliharaan 507, tempat dia bertugas saat itu, diadang di kota Nassiriyah, Irak selatan.

Dia ditangkap, dan karena luka-lukanya yang serius dia kemudian oleh pasukan Irak dibawa ke RS Nassiriyah untuk dirawat sambil diinterogasi. Pada 1 April Marinir AS mendapat informasi mengenai keberadaannya dan membebaskan dia lewat serangan komando.

Menurut Ridge, al-Rehaief mempertaruhkan nyawa dan keselamatan jiwa anggota keluarganya, dengan memberitahu pasukan AS mengenai keberadaan Lynch. ''Apa yang dilakukannya adalah suatu dorongan hati kemanusiaan,'' katanya.

Tak lama setelah aksi penyelamatan itu, al-Rehaief mengungkapkan kepada para wartawan bahwa dia secara tidak sengaja memandang lewat jendela RS Nassiriyah, tempat istrinya bekerja sebagai perawat.

Waktu itu dia melihat Lynch ditampar oleh seorang agen keamanan Irak. Lalu, dia memutuskan untuk memberitahu pasukan Amerika tentang keberadaan wanita prajurit AS tersebut.

Dapat Izin Kerja

Lynch menderita luka di kepala, tulang belakang, lengan kanan, kedua tungkai, kaki kanan, dan mata kaki. Dia kini dirawat di Pusat Medis AD Walter Reed, Washington.

Setelah Lynch diselamatkan, al-Rehaief (33) dan keluarganya tinggal di sebuah kamp pengungsi di Irak, sampai para pejabat AS mencari jalan baginya untuk dipindahkan ke AS, kata Bill Strassberger, jubir Biro Kewarganegaraan dan Layanan Imigrasi. Keluarga tersebut tiba di Washington pada 10 April lalu.

Walaupun ''pembebasan bersyarat kemanusiaan'' tidak lazim diberikan, Strassberger mengatakan suaka seperti itu dapat dilakukan karena alasan kemanusiaan mendesak.

Yang paling sering, kebijakan semacam itu biasanya diberikan kepada orang-orang asing yang ditahan di AS, namun membutuhkan pengobatan medis mendesak.

''Sekalipun militer AS sekarang mengendalikan Irak, situasi di sana belum stabil, sehingga kita perlu menjamin keselamatan al-Rehaief dan keluarganya,'' kata Strassberger.

Dengan pemberian suaka tersebut, al-Rehaief dan keluarganya dapat tinggal di AS untuk waktu tidak terbatas. Dalam satu tahun, dia dapat mengajukan permohonan untuk menjadi penduduk tetap, dan lima tahun setelah itu dia berhak memohon kewarganegaraan AS.

Senin lalu, Al-Rehaief memperoleh izin kerja di AS. Suatu organisasi kemanusiaan swasta bekerja sama dengannya untuk mencari lapangan kerja dan tempat tinggal permanen di wilayah Washington.

Ridge mengatakan al-Rehaief dan keluarganya berharap dapat berjumpa dengan Lynch, tetapi pertemuan tersebut belum diatur.(ap-ben-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA