
| Sabtu, 3 Mei 2003 | Internasional |
Penjarahan di Tengah Musibah Gempa Turki
ANKARA - Perdana Menteri Turki, Tayyip Erdogan, kemarin menyalahkan para provokator atas terjadinya penjarahan di Kota Bingol yang diguncang gempa. Namun, tanpa mengecam polisi, dia mengatakan kepala polisi kota itu dipecat dari jabatannya. Tentara dan polisi melepaskan serentetan tembakan senjata api ke udara Jumat kemarin dan terlibat bentrokan dengan massa yang melempari batu. Massa menuntut disediakannya tenda dan makanan bagi daerah yang sebagian besar penduduknya suku Kurdi itu. Daerah tersebut diguncang gempa kuat, Kamis lalu. Erdogan membela respons cepat negara atas krisis tersebut dan menyalahkan para provokator atas terjadinya kerusuhan itu. ''Menurut laporan intelijen, terdapat aktivitas-aktivitas serius yang mengarah pada provokasi,'' katanya pada konferensi pers di ibukota negara itu, Ankara. ''Saya mengimbau penduduk Bingol agar lebih tenang dan sensitif.'' Dia mengonfirmasikan laporan-laporan bahwa Kepala Polisi Bingol, Osman Nuri Ozdemir, diberhentikan dari pekerjaannya namun dia membela tindakan yang diambil pasukan keamanan. ''Tidak ada penembakan terhadap orang. Yang ada hanya tembakan ke udara.'' 38 Mayat Ditemukan Sementara itu, regu penolong bekerja keras sampai malam, menyusuri puing-puing asrama sekolah dengan lampu sorot. Asrama tersebut hancur akibat gempa yang menewaskan lebih dari 100 orang di daerah pegunungan tersebut. Hingga kemarin pagi, mayat 38 siswa dan seorang guru ditemukan. Mereka hanya menghentikan pencarian saat seorang korban selamat diangkat dengan tandu dan satu mayat ditemukan. Para orangtua tetap berjaga-jaga, sambil menutup tubuhnya dengan selimut di depan api di tempat kejadian di tengah kebisuan dari mereka yang masih berada di bawah bangunan itu. Para petugas penyelamat mengatakan, mereka tidak begitu mendengar teriakan minta tolong namun mengirim anjing pelacak ke daerah tempat puing-puing itu berserakan. Mereka menduga antara 50 sampai 70 anak masih hilang. ''Meski kami tidak menemukan tanda-tanda kehidupan, kami akan terus bekerja dengan anggapan masih ada orang yang selamat,'' kata pengumuman yang dibuat untuk keluarga-keluarga yang menunggu. Banyak orang di Bingol, yang khawatir gempa susulan, menghabiskan malam yang dingin di udara terbuka atau tempat perlindungan sementara yang terbuat dari plastik. Muncul Kemarahan Kemarahan terjadi kemarin pagi ketika lebih dari 1.000 orang berpawai ke kantor gubernur Bingol. Dengan berteriak ''Mundur, Mundur!'', mereka menuduh gubernur tidak mampu membantu mereka dan menuntut lebih banyak tenda dan makanan. Sebuah mobil putih polisi melaju cepat menuju ke tempat mereka sehingga memaksa mereka bubar. Tidak lama kemudian, polisi yang berada di tangga kantor itu melepaskan tembakan ke udara selama dua menit. Para pengunjuk rasa melarikan diri ke jalan-jalan, tiarap, atau berlindung di belakang mobil.(rtr-niek-46) |