logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Mei 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

SARS Tidak Perlu Ditakuti

BANJARNEGARA - Meski belum ada laporan kasus adanya penderita Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau sindrome pernapasan akut parah di Jateng, warga Kabupaten Banjarnegara perlu mewaspadai penularan penyakit yang disebabkan virus corona.

Asumsi ini berdasar pada banyaknya jumlah TKI asal Provinsi Jateng yang bekerja di luar negeri terutama negara yang menjadi penyebaran penyakit itu. Antara lain Hong Kong, Singapura, Thailand, Vietnam, Taiwan dan Kanada, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.

''Warga Banjarnegara perlu mewaspadai itu, karena kabupaten ini termasuk 15 dari 35 kabupaten di Jateng yang banyak mengirimkan TKI ke beberapa negara di Asia yang terjangkit virus itu,'' kata Kepala DKK dr H Masrifan Jamil MPH, kemarin.

Menurutnya, pemantauan perlu ditingkatkan terutama TKI yang baru pulang ke daerah asal. Sehingga kemungkinan kelolosan deteksi kesehatan saat di bandara atau pelabuhan segera bisa termonitor.

DKK sudah memberikan masukan ke Pemkab agar aparat kecamatan sampai desa ikut memantau para TKI yang baru saja pulang ke Tanah Air. Jika ada TKI yang baru pulang itu ditemukan gejala penyakit SARS, diminta segera membawa ke puskesmas terdekat.

Gejala itu, antara lain demam lebih dari 38 derajat Celsius, dengan satu atau lebih gangguan pernapasan. Yaitu, batuk, napas pendek dan kesulitan pernapasan lain. ''Masa inkubasi virus SARS antara 2-10 hari. Bila selama 10 hari tak ada masalah itu, berarti TKI atau orang asing yang pulang di kabupaten ini tak terserang dari penyakit yang bersifat progresif itu,'' ujarnya.

Cara mencegahnya, warga diminta meningkatkan daya tahan tubuh. Seperti makan makanan bergizi, istirahat cukup dan rutin berolahraga. Memakai pelindung khusus saat di tempat umum yang mungkin tertukar penyakit itu. Melakukan deteksi dini ke puskesmas jika ada gejala atau kontak dengan penderita penyakit itu.

Mengutip data statistik yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 80 persen penderita SARS akan sembuh dan 20 persen di antaranya menjadi kasus berat dan hanya 4 persen penderita SARS yang meninggal dunia. ''Tak perlu panik, karena tidak semua orang yang terinfeksi virus berkembang menjadi SARS,'' ujarnya (A9-68)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA