logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Mei 2003 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Operasional Perusda yang Terancam Bangkrut

''Laba Usaha Sudah Diprediksi Rendah''

BOROBUDUR- Laba Perusda Aneka Usaha Galian Golongan C Kabupaten Magelang diprediksi rendah karena banyaknya penambangan liar, terutama di Hutan Lindung Petak 36, serta beroperasinya 41 begu (mesin pengeruk pasir).

''Prediksi laba usaha rendah itu dibahas dalam rapat kerja eksekutif dan legislatif Juni 2002 silam,'' tutur Bambang Budiarto, Dirut Perusda itu, Jumat (2/5) kemarin.

Yang perlu disadari semua pihak, katanya, Perusda tidak memiliki kewenangan mengatur legalitas penambangan, apalagi membatasi jumlah begu yang dioperasionalkan di kawasan Merapi.

Untuk mempertahankan kepercayaan investor, Perusda investasi Rp 157 juta di lahan Munthuk, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun seluas kira-kira 10 ha. Investor dimaksud, perusahaan pemilik begu.

Dalam berita kemarin, FAKP (Fraksi Amanat Karya Pembaharuan) DPRD Kabupaten Magelang, menilai Perusda Galian Golongan C tidak menguntungkan sehingga disarankan agar dihentikan operasionalnya.

Pemkab memiliki begu disewakan pada Perusda. Sebelum membeli alat berat itu disepakati Perusda setor Rp 1 miliar/tahun, tetapi ternyata hanya Rp 460 juta. Setoran bagi hasil laba dengan Pemkab Magelang ditargetkan Rp 241.256.000 tetapi hanya dipenuhi 21% atau Rp 50 juta. Perusda memiliki aset Rp 1,69 miliar dan masih ada Rp 1,3 miliar yang bisa dimanfaatkan secara produktif, sehingga kerugian finansial Rp 390 juta. Kerugian sebesar itu lebih baik daripada kerugian akibat melanjutkan usaha.

Pasar Lesu

Bambang mengemukakan, Perusda yang dipimpinnya sejak 1999, dibekali Pemkab berupa modal Rp 137 juta. Dua tahun kemudian modal ditambah Rp 500 juta. Modal tersebut dikembangkan untuk bisnis pasir Merapi, sehingga total aset sekarang menjadi Rp 1.690.596.471. Antara lain berupa deposito Rp 493 juta, lahan penambangan pasir di Ngori senilai Rp 383.630.000.

Kendaraan untuk operasional berupa truk 3 unit, Toyota Kijang 1 unit, Toyota Hard Top 1 unit dan sepeda motor 4 unit, yang seluruhnya senilai Rp 622.454.350. Inventaris perabot kantor Rp 62.372.000. Hampir semua sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi, Perusda memiliki lahan penambangan pasir. Tetapi belum menghasilkan karena modal tipis dan pasar sedang lesu.

Dirut Perusda Aneka Usaha Galian Golongan C itu mengatakan, rencananya menjual lahan penambangan Munthuk untuk mengejar setoran. (pr-74)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA