logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 3 Mei 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Para Tersangka Janji Kembalikan Uang Nasabah

  • Penilapan Rp 0,5 Miliar BKK Tonjong

BUMIAYU- Sembilan tersangka kasus penilapan uang Rp 0,5 miliar lebih milik nasabah BKK Tonjong, Kabupaten Brebes yang terdiri atas kepala dan delapan stafnya berjanji akan mengembalikannya.

Janji untuk mengembalikan uang nasabah, terungkap saat sembilan tersangka diperiksa jajaran Satserse Polres Brebes. Dalam pemeriksaan itu, Masduki Kepala BKK Tonjong yang jadi tersangka, menyatakan di hadapan penyidik, siap mengembalikan uang nasabah yang diselewengkan.

Uang yang diselewengkan Kepala BKK tersebut, kata Kasatserse Polres Brebes AKP Eko Hadi Prayitno yang juga Ketua Tim Penyidikan Kasus BKK Tonjong, jumlahnya lebih dari Rp 40 juta.

Keterangan penyidik di atas, soal jumlah uang nasabah yang dipakai Kepala BKK, memang sangat berbeda dari yang diberikan Asmuni, Kabag Perekonomian Pemkab, yang juga bertindak selaku Badan Pembina BKK yang menyatakan Kepala BKK itu hanya memakai uang Rp 15 juta.

Bahkan disebutkan, salah seorang staf bagian pelayanan, Yuningsih, yang juga tersangka, dilaporkan menggunakan jauh lebih besar dibanding dengan pimpinannya. Dia diketahui menggunakan uang Rp 28,5 juta.

Harus Diaudit

Terhadap perbedaan keterangan soal jumlah uang yang ditilap kepala BKK Tonjong, jajaran Satserse Polres Brebes tidak terlalu memusingkan. Pihaknya kini justru sedang menunggu hasil audit yang dilakukan lembaga yang netral. Lembaga yang dapat memberikan laporan sebenarnya, tidak asal bapak senang (ABS) untuk memeriksa keuangan bank pada tingkat kecamatan itu.

''Keterangan sementara tersangka memang begitu. Ini juga bisa dibuktikan dengan kwitansi bon pinjam yang dimiliki tersangka dan pengakuan lain saat pemeriksaan. Jumlah itu sangat mungkin terus membengkak, mengingat cara-cara penilapan uang dari BKK ini juga sangat bervariasi. Jadi, kalau sudah diaudit secara keseluruhan mungkin akan semakin jelas, berapa uang yang diambil masing-masing tersangka secara terperinci,'' papar AKP Eko Hadi Prayitno.

Secara terpisah, soal desakan agar BKK Tonjong segera diaudit juga datang dari anggota DPRD Kabupaten Brebes H Muhajir M Ardian BSc. Bahkan secara khusus, Ketua Fraksi Karya Amanat Umat di hadapan sejumlah wartawan menyarankan, agar audit dilakukan terhadap semua BKK di daerahnya.

Hingga kemarin sejauh pantauan Suara Merdeka, masih banyak nasabah yang berdatangan di BKK Tonjong menanyakan kapan uang yang disimpannya dapat segera dicairkan. Kebanyakan dari nasabah yang datang adalah petani di kecamatan tersebut. Karena saat ini, sudah tiba musim tanam. Dengan demikian, modal keuangan untuk bercocok tanam kembali harus tersedia.

Memang dari 12 karyawan di BKK itu, sembilan ditahan Polres sebagai tersangka. Dari jumlah tersebut, praktis tinggal tiga orang yang masih tersisa. Mereka terdiri atas karyawan tidak tetap di bagian pelayanan, satu penjaga, dan satu pesuruh.

Kisworo, satu-satunya staf yang diminta menjaga kantor dan melayani kepentingan nasabah, mengaku sangat repot saat memberikan penjelasan kepada nasabah. ''Iya Mas, pertanyaannya cuma satu. Kapan uangnya bisa dicairkan. Saya jawab, sabar sedang diproses. Mungkin jika di BKK Tonjong nggak bisa, uang bisa dicairkan di BKK Sirampog,'' tuturnya.(D12-20j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA