logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 25 April 2003 Sala  
Line

Resik-resik Kutha Maneh Yuk!

Bak-bak Akan Dikuras, Abate Dibagikan

NUSUKAN- Tak hanya kegiatan 3M (menguras, menutup dan menimbun) yang akan dilaksanakan dalam aksi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) se-Kota Solo, Minggu (27/5) lusa. Namun, jajaran Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta juga membagikan obat pembunuh jentik nyamuk, abate.

''Mengawali 'Resik-resik Kutha Maneh' yang akan dicanangkan di Kadipiro nanti, Pak Wali Kota akan menyerahkan abate kepada masyarakat setempat,'' kata Camat Banjarsari, Widdi Srihanto, di peninjauan persiapan lokasi pencanangan PSN, kemarin.

Kepala Puskesmas Nusukan, dr Suci Wuryanti, menambahkan, pembagian abate itu tidak diberikan kepada seluruh masyarakat.

Sebab, tandon-tandon air yang mudah dibersihkan, lebih baik dikuras. Namun, untuk bak-bak penampung air yang berkapasitas besar, bisa ditaburi bubuk pembunuh jentik nyamuk tersebut.

''Sebenarnya, setiap tiga bulan sekali ada pembagian abate bagi masyarakat oleh 15 Puskesmas di Solo. Bubuk itu dibagikan melalui pertemuan-pertemuan PKK di tingkat RW,'' tutur Suci.

Menjelang pelaksanaan ''Resik-resik Kutha Maneh Yuk!'' yang diprakarsai Pemkot Surakarta dan Suara Merdeka, Puskesmas Nusukan akan membagikan abate dalam pertemuan PKK RW 19. Selanjutnya bubuk itu akan dibagikan ke RT-RT, masing-masing sekitar 1,5 ons.

Bak Mandi

Sementara itu, berbagai persiapan kerja bakti massal terus dilakukan. Lurah Nusukan, Suwarta, dan Ketua RW 19 Kelurahan Nusukan, Soekirno Broto Soemarto, mengatakan, sosialisasi kegiatan sudah diawali beberapa waktu lalu.

''Kami sudah dua kali mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat dari RW 18, 19, 20 dan 24, tentang rencana PSN. Pertemuan pertama bermateri sosialisai kerja baktinya, yang kedua menyangkut teknis pelaksanaan,'' kata Suwarta.

Soekirno mengatakan, pengurasan bak mandi umum yang dikelola kelompok kerukunan masyarakat RT 1 RW 19, merupakan salah satu tempat yang dijadikan sasaran pembersihan.

Menurutnya, bak yang terbagi dalam lima bagian tersebut akan dikuras, sehingga diharapkan bisa memutus siklus perkembangan nyamuk.

Beberapa lokasi pembuatan lubang untuk penimbungan benda-benda bekas akan dibuat di pekarangan rumah Wakimin, wilayah RT 1 RW 20.(D11-51)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA