
| Jumat, 25 April 2003 | Sala |
Usul Perubahan Jalur Bus Dapat DukunganSUKOHARJO - Usulan perubahan jalur bus jurusan Solo-Yogya dan Solo-Semarang mendapat dukungan untuk mengurangi kemacetan di tengah Kota Kartasura. Para sopir bus menginginkan perubahan tidak hanya di Kartasura dengan pembangunan jalur lingkar utara. Sejumlah sopir mengatakan, perubahan jalur justru dimulai di Solo, yaitu dari perempatan Manahan ke barat menuju Colomadu, lalu diarahkan ke terminal baru di Gunung Pare. ''Sejak awal kami mendukung perubahan seperti itu,'' ujar Ketua LSM Pondasi Mulyadi. Dia mengemukakan, selama ini jalur tersebut sering dipilih para sopir bus malam jurusan Solo-Jakarta. Bahkan, beberapa bus Solo-Yogya dan Solo-Semarang sering memilih jalur Manahan untuk mempersingkat waktu. ''Namun, karena melewati daerah lain, perlu dibicarakan dengan Pemkot Solo dan Pemkab Karanganyar.'' Tiga Rencana Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Pariwisata Seni dan Budaya Pemkab Sukoharjo Darsono mengakui, pihaknya sudah menyiapkan tiga rencana untuk mengatasi keluhan para sopir bus. Tahap pertama yaitu jangka pendek dengan mempertahankan jalur bus saat ini. ''Namun, rencana pertama tidak permanen,'' paparnya. Rencana kedua, yaitu pembangunan jalur lingkar utara. Bus dari Semarang dibelokkan ke kiri melewati Pasar Hewan Wirogunan langsung ke terminal baru di Gunung Pare. Dari terminal langsung keluar ke timur tembus di perempatan Gembongan. ''Bus dari Yogya kami belokkan lewat Brotowiryan.'' Lalu, rencana jangka panjang yaitu mengalihkan jalur dari perempatan Manahan ke barat lewat Colomadu, Karanganyar. Namun, realisasi rencana tersebut harus dibicarakan dengan Solo dan Karanganyar sebagai pemilik wilayah. ''Selain itu, tentu perlu meningkatkan kualitas jalan di sana.'' Ditemui terpisah, Kepala DLLAJ Solo Ponco Wibowo mendukung rencana pengalihan jalur. Dia menjelaskan, bila rencana itu terwujud, jalur baru bus akan melancarkan arus lalu lintas. Selain itu, juga akan memacu pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur baru. ''Secara prinsip kami mendukung. Namun, tentu hal itu perlu dibicarakan antara pemerintah daerah yang terkait, baik Pemkot Solo, Pemkab Sukoharjo, maupun Karanganyar,'' ujarnya. (G10, sri-17e) |