
| Jumat, 25 April 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Soal Rob, Wali Kota Marahi Stafnya
BALAI KOTA - Wali Kota Sukawi Sutarip mengaku terkejut dengan rob yang beberapa hari ini melanda sejumlah kawasan di Semarang. Bahkan dia mengaku langsung memarahi stafnya karena dianggap lengah. ''Terus terang baru kali ini saya marah dengan bawahan, sebab rob sudah sampai sejauh itu,'' kata dia di sela-sela rapat paripurna LPJ akhir tahun anggaran 2002 Wali Kota, Kamis (24/4). Menurut dia, mestinya DPU waspada dan mengaktifkan semua pompa. Pasalnya dia menilai pompa-pompa yang dimiliki Pemkot mampu untuk mengatasi rob tersebut asalkan difungsikan secara optimal. ''Kami kan punya pompa lebih dari empat puluh unit dengan kapasitas yang cukup besar. Kalau semua dinyalakan, saya yakin tidak sampai rob seperti itu.'' Dia juga meminta agar masyarakat ikut menjaga kebersihan saluran dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sebab kotoran tersebut diakui sebagai penyebab utama terhambatnya kerja pompa. Bahayanya jika sampah sampai menyumbat pompa, akan merusak alat tersebut. Hal senada diungkapkan Kasubdin Pengairan DPU Kota Ir Prasetyo Kentjono Dipl HE. Rabu (23/4) malam sekitar pukul 23.00, dia tampak di rumah pompa Kalibaru yang menghubungkan dengan Polder Kota Lama (Tawang). Kepada Suara Merdeka dia menuturkan, sampah memiliki andil yang besar terkait surutnya air yang menggenang. Sampah-sampah tersebut telah menghambat kerja pompa, sehingga air lama surut. Mengaktifkan Malam itu dia hanya mengaktifkan tiga dari delapan pompa yang ada di rumah pompa Kalibaru. Masing-masing pompa berkapasitas 500 liter per detik. Hanya dengan tiga pompa tersebut air di saluran penghubung rumah pompa dengan Polder Kota Lama langsung cepat surut. Namun di polder dan sekitarnya air masih terlihat tinggi. Berdasarkan pengamatan, dia menyatakan sampah telah menyumbat di kisi-kisi yang menyaring air menuju ke rumah pompa Kalibaru. Karena itu, malam itu juga dia langsung mengerahkan tenaga musiman untuk mengambili sampah yang menyumbat, agar air cepat surut. ''Ya begini ini, sampah menjadi penghambat kerja pompa. Yang penting jangan sampai masuk pompa, sebab bisa rusak.'' Kepala DPU Kota Ir Djoko Marsudi MTA MM mengatakan, dalam mengoperasionalkan pompa memang seharusnya disertai dengan membersihkan saluran dari sampah. Hal ini agar aliran air lancar dan sampah tidak sampai masuk dan merusak pompa. (G7-45) |