logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 25 April 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Gandengan Melintang, Pantura Tersendat 12 Jam

BATANG- Akibat kereta gandengan truk melintang di tengah jalan, arus lalu lintas di jalur pantai utara (pantura) Alas Roban Kabupaten Batang tersendat 12 jam. Antrean kendaraan memanjang dari arah barat dan timur sejak dari tanjakan Poncowati, Plelen, Gringsing.

Arus baru lancar Kamis siang kemarin setelah polisi mengurai sampai ekor antrean. Arus lalu lintas tersendat sejak Rabu sekitar pukul 16.00. Itu bermula saat truk gandeng SBS L-2631-HA yang dikemudikan Mardi Priyanto (28), penduduk Jalan Simpang Sulfat Utara Kota Malang, mengalami musibah di tanjakan Poncowati.

Truk pengangkut sekitar 30 ton gula pasir itu saat hujan menuruni jalan menikung. Ketika itu pengemudi hendak membelokkan kemudi ke kiri, tetapi kemudi tak terkendali sehingga menabrak tebing pengaman.

Kereta gandeng oleng dan melintang di tengah jalan. Tak terhindarkan, lalu lintas pun macet karena jalan tertutup total.

''Kereta gandeng terguling karena kondisi bergelombang. Di samping itu, kedudukan bahu jalan dan badan jalan tidak seimbang,'' ujar polisi.

Kemacetan terjadi di simpang tiga Plelen. Karena, semua pengemudi dari barat dan timur ingin kendaraan masing-masing melaju dengan lancar.

Antrean panjang terjadi malam hari setelah bus-bus dari timur dengan tujuan Jakarta berdatangan.

''Kemacetan sebenarnya tak akan terjadi bila pengemudi tidak saling serobot. Terbukti, setelah semua pengemudi menyadari dan mau antre, kendaraan bisa jalan meski pelan-pelan,'' ujar Kapolres AKBP Drs Edy S Setjo.

Dibutuhkan Waktu

Dia menyatakan butuh waktu cukup lama untuk mengurai ketersendatan arus itu. Karena, crane yang didatangkan tak kuat menyingkirkan kereta gandeng.

''Akhirnya, gula yang diangkut diturunkan dulu. Kendala yang kami hadapi pada waktu mengurai kemacetan adalah hujan, sehingga harus pelan-pelan. Prioritas kami, gula harus segera sampai ke tujuan.''

Kamis sekitar pukul 02.00 kereta gandeng terangkat. Gula yang akan dikirim ke Surabaya diangkut truk lain.

''Berkait dengan kejadian itu untuk kali kesekian kami mengimbau pengusaha dan pengemudi truk tak memaksakan muatan melebihi kapasitas angkut. Dan, bila arus tersendat pengemudi hendaknya tidak saling serobot sehingga arus tidak macet.'' (ar-20g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA