
| Jumat, 25 April 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Seleksi Perangkat Desa Diduga Ada KKNSLAWI- Peserta seleksi perangkat desa Mejasem Timur, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, didampingi Badan Perwakilan Desa (BPD), kemarin, mengadu ke Komisi A DPRD. Mereka menduga ada KKN dalam seleksi perangkat desa. Mereka diterima Sekretaris Komisi Drs A Fikri Faqih dan anggota Indra Sutrisno. Ketua BPD Sopari mengatakan, dalam seleksi perangkat desa ada kejanggalan-kejanggalan. Itu terlihat dalam seleksi Sabtu lalu, panitia langsung mengumumkan hasilnya. Yang janggal, kata dia, ada beberapa peserta tidak masuk kriteria dinyatakan lulus oleh tim seleksi. ''Padahal, ada peserta dengan nilai memenuhi persyaratan tidak lulus.'' Wakil peserta seleksi, Sukirno, mengutarakan kejanggalan itu tak lepas dari dugaan adanya KKN. Sebab, sebelum tes ada pegawai pemerintahan desa ''gerilya'' mendatangi para peserta. Dia meminta uang Rp 6 juta seraya menjanjikan kelulusan peserta. Beberapa peserta tes didatangi pegawai pemerintahan desa, namun menolak menggunakan cara seperti itu. ''Maka kami ingin DPRD turun tangan mengatasi soal seleksi perangkat desa yang diduga ada KKN itu,'' kata anggota BPD Karno. Selama seleksi Sabtu (19/4), kata dia, BPD tidak dilibatkan. Peserta yang mengikuti seleksi untuk mengisi lima jabatan, termasuk sekretaris desa, 25 orang. ''Lucunya, ada salah satu peserta tidak ikut seleksi tetapi bisa masuk daftar peserta yang diluluskan. Ini kan aneh,'' katanya. Sesuai Aturan Fikri meminta Bupati Tegal Drs Soediharto menangguhkan pelantikan peserta yang dinyatakan lulus. ''Karena ada pengaduan, persoalan ini perlu diklarifikasi lebih dahulu hingga tuntas.'' Dia juga meminta Bawasda turun tangan menyelidiki kasus itu. Ketua Tim Penyeleksi Fadjar Rokhwidi BA membantah dalam seleksi perangkat desa di Mejasem Timur ada kejanggalan. ''Apalagi ada KKN. Siapa yang memiliki nilai terbanyak, itu yang kami luluskan,'' katanya. Camat Kramat itu menegaskan tim seleksi beranggota delapan orang sudah bekerja sesuai dengan aturan. Bagaimana dengan seorang peserta yang tidak ikut namun diluluskan? Da mengakui itu kesalahan teknis. ''Dan, pada saat pengumuman memang ada peserta yang tidak ikut tetapi dalam daftar nilai tercantum lulus. Itu sudah tidak terpakai lagi,'' kata dia. Soal isu KKN, dia menyatakan tak tahu-menahu. Dia menyatakan dalam seleksi tak ada suap-menyuap. ''Mau ada suap bagaimana? Setelah testing, peserta yang dinyatakan lulus dan tidak lansung diumumkan,'' kata dia. (G12-20g) |