
| Jumat, 25 April 2003 | Jawa Tengah - Banyumas |
Warga Keberatan Pembangunan Jalan Lingkar Pasar WagePURWOKERTO- Belasan warga yang tanahnya bakal terkena pelebaran jalan lingkar dan jalan tembus di sekitar Pasar Wage Purwokerto, merasa keberatan atas rencana Pemkab tersebut. "Kami tiap hari dheg-dhegan dan bingung membaca surat kabar mengenai rencana tersebut. Hidup ini rasanya sudah tidak ayem lagi," keluh seorang wanita pedagang beras Kamis (24/4) kemarin. Ia menjelaskan, selama ini belum pernah ada sosialisasi mengenai rencana tersebut. Tetapi seluruh pemilik tanah yang satusnya HGB merasa khawatir tanahnya bakal terkena proyek tersebut. "Kalau benar proyek itu dilaksanakan, hanya menguntungkan investor," katanya. Karena di mana-mana dibangun kios dan pedagang semakin terjepit oleh pemilik modal. Kurang Matang Tanah yang direncanakan untuk pembangunan jalan lingkar itu, kini ditempati oleh pedagang emas, sepeda, kelontong, beras dan berbagai usaha lain. Diakui, izin HGB-nya memang sudah hampir habis. Tetapi mereka keberatan kalau hanya diberi tali asih untuk tanah yang terkena proyek itu. Para pedagang menilai rencana pembangunan Pasar Wage kurang matang. Setelah pasar berdiri baru memikirkan jalan lingkar. Seharusnya Pemkab mengantisipasi sejak awal perlunya jalan lingkar di sekitar pasar. Seperti pembangunan Pasar Gombong misalnya, jalan lingkar dan parkir cukup tersedia. Mereka merencanakan, kalau Tim Penataan dan Penertiban Pasar Wage melakukan sosialisasi, akan menyampaikan keberatannya. Para pemilik tanah juga akan menuntut ganti rugi yang layak. "Jangan hanya investor yang kaya, tetapi nasib kami juga butuh diperhatikan," ujarnya. Investor Pasar Wage, Made Widiana, yang dihubungi terpisah menyatakan rencana pembangunan jalan lingkar adalah rencana Pemkab. Pihaknya sama sekali tidak akan membangun kios atau ruko di sepanjang jalan lingkar itu. "Ini jelas hanya salah paham dan kurangnya informasi ." Mengenai usulan pemilik tanah agar investor hanya membangun di tanah pengganti, ia sangat setuju. Karena memang saat ini pihaknya hanya membangun ruko di eks lokasi pasar lama. (G17,P16-47) |