
| Jumat, 25 April 2003 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Warga Daerah Endemis Terima Kelambu CelupBOROBUDUR-Sejak tahun 1982, setiap Mei dan Juni, terjadi ledakan kasus malaria di Kabupaten Magelang. Karena itu warga di daerah endemis diminta waspada dan melindungi diri dari gigitan nyamuk anopheles. "Pakailah kelambu celup (cairan insektisida) waktu tidur, yang akan melindungi diri dari gigitan nyamuk," kata Kepala Dinas Kesehatan Titik Wisnu Putri Martani, kemarin. Warga 35 desa di Kecamatan Salaman, Kajoran, Borobudur, dan Srumbung mendapat bantuan 4.465 lembar kelambu celup dari Inisiatif Anti-Malaria Indonesia (IAMI). Diharapkan penderita malaria bisa ditekan seminimal mungkin. Kecamatan Srumbung dinyatakan sebagai daerah baru endemis malaria karena di wilayah itu banyak perkebunan salak. "Tanaman salak membutuhkan air cukup dan menggenang serta kerimbunan daun, sehingga menjadi sarang bagi nyamuk anopheles untuk berkembang biak," katanya. Dalam sosialisiasi pemakaian kelambu celup di Ruang Bina Praja Sekretariat Kabupaten, Bupati Hasyim Afandi meminta pemberantasan di daerah endemis malaria dikoordinasikan. Sampai triwulan I 2003 ada 326 kasus malaria. Dia mengemukakan penderita malaria berangsur-angsur turun. Tahun 2000 ada 4.849 orang penderita, sedangkan 2001 menjadi 4.032 dan 2002 anjlok menjadi 3.094. "Pemberantasan penyakit malaria, misalnya penyemprotan massal, jangan hanya mengandalkan inisiatif pemerintah," kata dia.(pr-42g) |