logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 25 April 2003 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

TKI Tewas di Malaysia Akan Dapat Santunan

KEBUMEN - Waris Hadiyanto (23), TKI asal Desa Karangsari Kutowinangun Kebumen yang tewas di Malaysia, bakal mendapat santunan Rp 26 juta. Saat ini, santunan tengah diurus pihak Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).

Kepala Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kebumen Drs H Marzuni kemarin mengatakan, korban termasuk TKI legal, sehingga berhak mendapat santunan kecelakaan kerja. Waris berangkat lewat penyalur PT Limba Jaya Nitra Tama di Jakarta.

Korban ke Kuala Lumpur Malaysia sekitar tiga bulan lalu. Setamat dari D1 Jurusan Teknik Elektro UNS Solo, pemuda itu melamar ingin menjadi TKI di Malaysia.

Di Negeri Jiran itu, Waris ditempatkan sebagai buruh pada proyek perumahan lantai tiga di Kuala Lumpur. Ketika tengah bekerja di lantai dua, Jumat dua pekan lalu, dia terjatuh hingga tewas.

Jenazah korban tiba di rumah duka Desa Karangsari Kutowinangun Kamis pekan lalu lewat Bandara Adu Sucipto Yogyakarta. Ikut melayat di rumah korban Marzuni dan Camat Kutowinangun Romelan SAg.

Ayah korban, Samiri (62), yang juga pensiunan penjaga SD mengaku, sangat kehilangan anak keduanya itu. Sebab, korban selama ini anak yang baik dan supel dalam bergaul.

Sejak tiga bulan lalu anaknya bekerja di Malaysia, baru sekali mengirim surat. Sekitar dua minggu sebelum kejadian, anaknya mengabarkan telah bekerja di proyek perumahan, dan Waris mengaku sudah kerasan.

Pihak keluarga lalu mengadakan syukuran sederhana. Kebetulan ayah korban baru sembuh dari luka kecelakaan. Namun saat itu, Ny Samiri seperti mendapat pertanda. Ketika dia asyik memasak, airnya tumpah menyiram tangannya.

Mengutip keterangan Direktur PT Limba Jaya Nitra Utama Hendro Gunawan kepada keluarga korban, Waris terjatuh dari lantai 2 pada ketinggian sekitar 6 meter. (B3-80)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA