
| Jumat, 25 April 2003 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Tim Seleksi KPU Diminta Coret Solechan
BOROBUDUR-Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta mencoret nama H Solechan AS, mantan Sekda Kabupaten Magelang, yang lolos seleksi administrasi di dua provinsi. "Solechan diduga keras memiliki dua Kartu Tanda Penduduk (KTP). Yang disesalkan, digunakan untuk mendaftarkan diri sebagai calon anggota KPU di tiga tempat dalam dua provinsi. Kok ambisius, ada apa" kata M Sofyan, kemarin. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang itu mengingatkan, KPU sebagai lembaga pengabdian, tugasnya menciptakan pemilu yang berkualitas. Apalagi Solechan pensiunan PNS, sehingga pihaknya mengharapkan agar yang bersangkutan seleh. Sebab, intensitas kerja KPU ibaratnya delapan bulan, tetapi hasilnya digunakan untuk lima tahun, sehingga harus all out. Perlu diketahui, dari pengumuman tahap pertama di koran, Selasa (22/4), tentang daftar calon anggota KPU di tingkat Provinsi Jateng, H Solechan Amayasa Sudjadi, menempati urutan 18. Alamat rumah yang digunakan Desa Deyangan, Kabupaten Magelang. Dalam pengumuman serupa di Kantor Kesbanglinmas Kabupaten Magelang, mantan Sekda Kabupaten Magelang itu, juga menggunakan alamat rumah yang sama, Deyangan. Solechan berhasil menempati urutan 23 calon anggota KPU daerah tersebut. Lebih menghebohkan lagi, Solechan juga terpilih menjadi calon anggota KPU Provinsi DIY. Dalam pengumuman di koran-koran Yogyakarta, Selasa (22/4), nama itu menempati urutan 40. Sedangkan alamat yang digunakan adalah Jalan Perkutut GK I/304, Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta. Coba-coba Mantan Sekda Kabupaten Magelang H Solechan AS mengakui secara terus terang dirinya mencoba-coba mendaftarkan untuk menjadi calon anggota KPU di Kabupaten Magelang, Provinsi Jateng dan DI Yogyakarta. "Saya memang memiliki rumah di Yogyakarta, yang menempati anak saya. Saya mencari KIPEM (Kartu Identitas Penduduk Musiman) di Yogyakarta dan mendaftarkan menjadi calon KPU di sana," kata dia, kemarin, saat ditemui di rumahnya Jalan Letnan Tukiyat, Kabupaten Magelang. Pensiunan PNS itu mengaku tak menyangka jadwal tahapan seleksi anggota KPU semua daerah waktunya sama, sehingga dirinya terpaksa harus memilih salah satu dari 3 daerah yang diinginkan. "Pak Gatot (maksudnya Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Magelang) menanyai saya mau memilih mana. Kalau saja diberi kesempatan memilih, saya memilih yang dekat rumah, yakni menjadi anggota KPU Kabupaten Magelang," katanya. (pr-74,42) |