logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 24 April 2003 Surat Pembaca  
Line

Bupati Banyumas

HM Aris Setiono terpilih kembali sebagai Bupati Banyumas dan Imam Durori wakilnya. Kepada duet ini saya menyarankan jangan menganggap tugasnya menjadi lebih ringan. Status quo harus diakhiri dengan kerja lebih keras, karena masa lima tahun lalu Banyumas hanya berjalan di tempat.

Moto Satria (Sejahtera, Adil, Tente ram, Ramah, Indah, dan Aman) benar-benar dihayati dan dibuktikan, bukan hanya jadi slogan kosong. Saya juga ingin mengingatkan, masa lalu Bupati mempunyai banyak kekurangan, antara lain pengawasan lemah di bidang pembangunan, sehingga banyak terjadi penyimpangan.

Jajaran birokrasi kurang motivasi, sehingga banyak yang angguran. Peningkatan kesejahteraan kurang berhasil mengangkat kehidupan masyarakat kecil. Khusus tentang Badan Amil Zakat, tampaknya hanya di atas kertas. Padahal bila digarap dengan baik bisa memberikan andil pengentasan kemiskinan.

Kekurangan Pemkab di bawah HM Aris Setiono agaknya disebabkan dedikasi para aparat yang rendah. Demikian juga komitmen mereka bagi kemajuan Banyumas. KKN, perjudian dan kemaksiatan gagal diberantas, sehingga kerusakan di masyarakat semakin parah.

Penegakan hukum hanya sukses sebagai wacana namun hukum masih kalah atas uang dan kekuasaan. Lembaga legislatif berisi orang-orang yang mementingkan diri sendiri. Mereka tak peduli dengan aspirasi para pemilih tanpa melihat penderitaan masyarakat kecil .

Abdul Hamid Budiadinoto
Tasari Lor Rt 3/Rw 15 Banyumas

***

Tuntut SK Dikti Keluar

Saya ucapkan terima kasih Suara Merdeka meliput aksi menuntut agar segera dikeluarkan SK Dikti bagi prodi rintisan di Unnes 31 Maret lalu. Hanya dengan SK itulah kami dapat belajar dengan tenang tanpa kebimbangan.

Bapak Rektor jangan hanya diam melihat puluhan mahasiswa kepanasan menunggu ketidakjelasan status program studinya. Kami melakukan aksi sementara Anda asyik makan di ruangan yang adem dengan hidangan "wah".

Yang lebih mengecewakanAnda tidak mau menemui kami yang gembar-gembor di luar. Saat dialog pun Anda diam. Kami melakukan aksi untuk masa depan yang juga untuk Unnes agar SK segera turun.

Mohon semua pihak birokrat Unnes, bukalah hati Anda semua, lihatlah ke depan. Bagaimana nantinya nasib dunia pendidikan mendatang bila keadaan ini dibiarkan terus. Pelanggaran pembukaan prodi baru ini sangat merugikan karena nantinya kami tidak akan diakui di masyarakat.

Walau berkompeten, hanya karena tidak diakui oleh Dikti kami menjadi terlantar. Kurang terbukanya pihak birokrat Unnes atas nasib prodi yang bermasalah menjadikan kami semakin tidak percaya

Ida H
Nalumsari Jepara

***

Sikap Pengda PSSI

Saya mendukung sikap ketua Pengda PSSI Jateng Drs Sumaryoto atas mundurnya Persip Pekalongan dari Kompetisi Divisi IIA beberapa waktu lalu. Saya juga prihatin atas perkembangan sepakbola di Pekalongan khususnya dan Pantura umumnya.

Pekalongan mengambil keputusan dan sikap mundur dari kompetisi dengan konsekuensi turun dari ke Divisi IIB. Sebenarnya saya iri dengan daerah yang lebih kecil potensinya yaitu Sleman yang sangat memperhatikan pembinaan sepakbola.

Dalam waktu dekat Pemkab-nya menyetujui pembangunan stadion berkapasitas 30.000 orang dan pembinaan yang berkesinambungan baik yunior maupun senior, kompetisi intern yang baik sehingga dapat menghasilkan pemain dan kesebelasan yang bagus.

Apakah sikap mundur dari kompetisi merupakan pengelolaan dan pembinaan yang didapat dan dihasilkan dari cerminan olahraga di Pekalongan. Cukupkah dengan turnamen antarkampung (Tarkam).

Mohon direnungi kembali dampak dari pengelolaan manajemen yang menurut Bapak Sumaryoto sebagai karbitan. Saya mendambakan daerah Pantura memiliki kesebelasan yang tangguh dan mempunyai pemain-pemain andal.

Muro'in
Kapangsari Rt 4/Rw 5 Petarukan
Pemalang

***

Simpati untuk Warga Gebangsari

Melalui koran terbesar di Jateng dan menjadi korannya orang Jateng ini, saya membaca halaman Kota Semarang sejak tanggal 7 April 2003 sampai sekarang selalu ada berita tentang permasalahan saluran yang dikeluhkan warga Kelurahan Gebangsari.

Terlepas mana yang benar, sebagai orang yang awam terhadap masalah ini, saya salut kepada warga Gebangsari yang lebih dari 10 tahun terus berupaya agar Pemkot Semarang dapat mengembalikan dan menfungsikan saluran sebagaimana mestinya. Kok bisa ya aset negara tidak terurus,bagaimana PakWali ?

Yono
Jl Kawi III A/40 Semarang

***

Pesan Damai Anak TK Mitra Ananda

Kami anak-anak Play Group dan TK Mitra Ananda Ruko Permata Puri Ngaliyan Semarang menyatakan keprihatinan pada situasi dunia akhir-akhir ini. Mengapa dunia ini tidak lagi dipenuhi dengan kedamaian, mengapa AS begitu bernafsu menyerang Irak dan mengapa kakak-kakak pelajar suka tawuran, termasuk tawuran antarkampung.

Bukankah dunia akan lebih indah bila semua mau berdamai. Mau mengerti dan memahami perbedaan masing-ma sing. Kita diciptakan Tuhan berbeda-beda. Namun perbedaan itu bukan alasan untuk saling memusuhi, justru perbedaan itu menjadi rahmat.

Tuhan menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, berbeda-beda agar kita saling menolong satu dengan lainnya. Agar bumi ini dipenuhi dengan kedamaian, cinta dan kasih sayang. Salam love and peace.

TKMitra Ananda
Ruko Bukit Permata Puri 22
Jl Raya Ngaliyan Semarang

***

Bus Damri yang Kurang Lancar

Saya pengguna bus Damri jurusan Pucang Gading - Ngalian Semarang merasa kurang nyaman sebab bus tersebut saat ini sudah tidak laik pakai. Mesinnya sudah tua dan jalannya lamban, tidak seperti bus Kopata jurusan Pekalongan - Mangkang.

Saya ingat peribahasa bahwa waktu adalah uang. Untuk itu mohon kepada Bapak Pemkot Semarang segera memperbaiki/memperbarui bus Damri khususnya jurusan Pucang Gading - Ngalian agar menjadi lancar.

Hertra Wisata F
Pucang Gede Raya 21 Semarang

***

Mohon Saran/Bantuan

Saya mengalami masalah berat dan sulit, usaha macet sehingga terlilit utang. Kalau sampai jatuh tempo bulan April 2003 belum mengembalikan uang tersebut, maka akan diperkarakan. Saya sudah berusaha menawarkan rumah dan mencari pinjaman tapi belum berhasil.

Beberapa kali mengiklankan rumah namun sampai kini belum laku. Bagaimana caranya dan apa yang harus saya perbuat apalagi anak - anak masih masa sekolah. Pembaca yang terketuk hatinya, tolonglah saya, bantulah untuk mencarikan jalan keluarnya. Kami sekeluarga menantikan saran dan bantuannya.

Asih
Ngaliyan Semarang


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA