
| Kamis, 24 April 2003 | Berita Utama |
Pemkab Diminta Periksa Semua Mesin PengusahaKAJEN- Kematian Edy Susanto (18) dan M Nasrurrohman (19) dalam kecelakaan maut di perusahaan pencucian jins di Pekadjangan memancing reaksi dari masyarakat termasuk para anggota Dewan. Ketua Komisi B yang juga pengusaha konfeksi, HM Sjafrudin Huna SIP, meminta Pemkab memeriksa kondisi mesin-mesin di perusahaan pencucian jins atau perusahaan lain terutama yang berisiko tinggi. ''Harus ada pemeriksaan ke semua perusahan, karena bukan tidak mungkin banyak juga mesin lain yang tak layak pakai, dan bila terus digunakan akan membahayakan keselamatan para buruh pencucian jins dan tekstil yang berjumlah ribuan,'' paparnya seusai sidang paripurna. Sjafrudin menyesalkan tidak adanya pengontrolan selama ini dari Pemkab terhadap kondisi mesin. Padahal, pengusaha tidak pernah tahu standar dari kondisi mesin. ''Pemkab harus segera menyosialisasikan dan memeriksa mesin-mesin yang ada agar kejadian nahas yang dialami oleh Edy dan Nasrur tak terulang,'' katanya. Seperti diberitakan (SM, 23/4), berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tim Labfor Polda Jateng, kecelakaan maut yang menewaskan dua orang buruh perusahaan pencucian jins itu karena kondisi mesin yang sudah tua dan tak layak pakai. Sementara itu nasib tragis yang dialami oleh Edy dan Nasrur mengundang simpati dari elemen masyarakat dengan memberikan bantuan dan santuan kepada keluarga koban, antara lain PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Cabang Pekalongan yang menyerahkan bantuan dan santunan kepada keluarga korban. Santunan yang merupakan rangkaian peringatan ulang tahun BNI Syariah itu diberikan langsung oleh Pemimpin BNI Syariah Pekalongan Giri DwiSusanto SH kepada Jumiati (40), ibu Edy, dan Nadzirin (42), ayah Nasrur, di rumah masing-masing. Sementara itu, pemilik atau pengelola perusahaan pencucian jins di Desa Pekadjangan Gang 6, Kecamatan Kedungwuni, hingga kemarin belum bisa ditemui wartawan. Ketika Suara Merdeka berusaha menemuinya di rumah Hj Dewi Sri, pemilik perusahaan tersebut, di Desa Buaran Gang 4 Nomor 26, penghuni rumah menyatakan pemilik rumah belum kembali dari Semarang sejak terjadi kecelakaan tersebut. Sementara itu, tetangganya kepada wartawan mengatakan, siang kemarin (23/4) melihat mobil Dewi Sri keluar dari rumahnya. Sementara itu, H Musikhin masih shock dan belum mau menemui wartawan.(G16-60j) |