
| Kamis, 24 April 2003 | Jawa Tengah - Banyumas |
15 Anggota FPDI-P Menolak SK DPCPURWOKERTO-Sebanyak 15 anggota Fraksi PDI-P DPRD Banyumas menandatangani pernyataan bersama tentang penolakan terhadap SK DPC no 003/DPC/KPTS/IV/2003 tanggal 10/4 tentang susunan kepengurusan fraksi. Alasannya, proses penetapan SK itu tidak melalui mekanisme sebagaimana mestinya. Surat pernyataan itu diberikan oleh Guno Purtopo SH, Darsono Rowi dan Sugeng, kepada wartawan di ruang FPDI-P, kemarin. Dari 18 anggota fraksi, tiga orang tidak menandatangani surat pernyataan tersebut yakni Sutikno, Wiyono SH dan Sardjono. Seperti diberitakan (SM, 16 dan 22/4) DPC PDI-P mengganti ketua, sekretaris dan bendahara FPDI-P. Ketua Manap HM diganti Sutikno, Sekretaris Guno Purtopo diganti Wiyono SH dan Bendahara Wiwit K diganti Sardjono. Alasannya karena tak bisa mengamankan rekomendasi DPP dalam pilbup Banyumas. Di sisi lain Manap mengklaim tetap sebagai ketua, karena pencopotan jabatan itu tak melalui mekanisme yang benar. Dia mengaku 11 anggota fraksi masih mengakui kepemimpinannya. Mekanisme Guno mengatakan ia tak sedang menolak diganti, tetapi mempermasalahkan mekanisme. Kalau alasan fraksi tak mampu mengamankan rekomendasi, seharusnya semua pimpinan diganti, termasuk Wakil Ketua R Suparto. Dia mengaku siap dihadapkan dengan orang-orang yang meragukan dirinya. Kalau secara formal sulit, dia siap sumpah pocong. ''Saya sendiri mengamankan, alasan itu jadi tidak tepat,'' katanya. Perlu diperhatikan, dalam SK DPP PDI-P No 198, DPC dan fraksi sesama pemain. Kalau ada kesalahan, kedua pihak harus bertanggungjawab. Kalau mau jujur, perpecahan di fraksi berawal dari partai, yakni saat penjaringan calon bupati. Sutikno mengatakan ia hanya menjalankan fungsi sebagai kepanjangan partai. DPC menentukan, ia harus melaksanakan. ''Apa betul 15 orang itu legitimized, cek satu persatu. Kapan dan di mana tanda tangannya. Kemarin diklarifikasi di DPC, yang hadir Guno, Wasitah, Wiyono. Ini termasuk Suparto tanda tangan, apa betul,'' katanya. Hingga petang kemarin, Ketua DPC Herman belum bisa dihubungi karena masih rapat.(bd-47) |