
| Rabu, 23 April 2003 | Surat Pembaca |
Penyelewengan JPS-BK Dikirim ke Kejari
Saya warga Kecamatan Kalikajar Wonosobo merasa bangga atas kinerja aparat Polres setempat yang melimpahkan kasus dugaan penyelewengan dana JPS-BK Puskesmas kecamatan Kalikajar kepada Kejari. Walau sebelumnya saya sempat berprasangka kurang baik terhadap proses hukum kasus ini. Saya sebagai wong cilik hanya berharap semoga aparat penegak hukum yang lain seperti Kejaksaan dan Pengadilan segera menuntaskan kasusnya, sehingga jelas siapa yang terlibat. Apalagi kasus ini telah direspon secara DPRD. Tony Winarno
***
TVRI Semarang
Membaca tulisan VRI Semarang/Jateng yang nyaris kolaps karena kekurangan dana operasional, saya punya beberapa saran. Berbentuk apa pun TVRI Semarang apalagi bila perjan, DPRD dan Gubernur agar menganggarkan dana operasional yang lebih realistis Bagaimana kalau para pejabat di Jateng yang gajinya over itu mau beramal untuk TVRI. Misalnya membantu dengan beberapa % dari gajinya . Bagaimana kalau TVRI Semarang, merekrut tenaga relawan asal di luar jam kerja, pasti ada yang mau dan dengan training saya yakin banyak sarjana yang pantas untuk direkrut. Kita tunggu kerja sukses TVRI Semarang Ny Hj S Nawangsih, SIP
***
Janji Bu Lurah...
Kami warga Perum Pondok Majapahit I Kelurahan Bandungrejo Demak ingin mengingatkan Bu Lurah tentang pembangunan atau perbaikan jalan di Perum Pondok Majapahit I yang sudah remuk redam. Saat pemilihan lurah baru, Bu Sri Kamtiyah sebagai calon tunggal mendengungkan akan memperbaiki jalan itu. Tapi sampai sekarang nggak ada buktinya. Warga sendiri yang menambal lubang yang lumayan dalam. Itu semua agar Bu Lurah eling.. Fadila
***
Gaji Belum Dibayar
Saya seorang SPG (sales promotion girl) di sebuah swalayan Semarang, penempatan PT Rodamas, merasa dirugikan karena gaji/upah selama 1 bulan lebih enam hari tidak diberikan. Alasannya saya keluar secara mendadak. Ketika saya tanyakan kepada pihak yang bersangkutan, jawabannya hal itu sudah peraturan. Padahal saya karyawan baru, belum teken kontrak. Saya menanyakan ke personalia, beliau bilang tidak ada aturan tersebut di PT Rodamas dan juga kaget dengan keluhan saya. Yang saya sesalkan, kenapa baru sekarang aturan tersebut terkena pada saya. Mohon dipelajari kembali kebijaksanaan tersebut. Dwi W
***
Mohon Tanggapan SSCC Unika SoegijapranataSetiap usai wisuda di Unika Soegijapranata Semarang termasuk periode Agustus 2002. diadakan bursa tenaga kerja untuk alumni PTS dan PTN se-Jateng/DIY. Informasi tersebut dapat diperoleh di kampus dengan jadwal yang sudah ditentukan. Alhasil berbondong-bondong sarjana memadati kampus megah di Bendan Duwur itu. Dari pantauan saya, ada semacam acara sarasehan dengan Bp Felix Sutandi dan beberapa alumni. Beliau adalah pendiri SSCC Unika Soegijapranata yang menyatakan lembaga ini bekerja sama dengan 50 perusahaan di Jateng. Tetapi kenyataan dari wisuda Agustus 2002 sampai Desember 2002 yang saya dengar dari adik, perusahaan yang mengikuti bursa tenaga kerja dan mengadakan wawancara serta psikotes antara lain PT Astra, PT Nyonya Meneer, PT Djarum, PT Nusantara Sakti, PT Bogasari, PT Artha Boga Cemerlang, Bank NISP. Jelas tidak sampai 50 perusahaan. Untuk itu mohon tanggapan mengapa bursa tenaga kerja diperuntukkan alumni PTN dan PTS se-Jateng/DIY, bukan untuk kalangan alumni sendiri yang sampai sekarang masih banyak yang menganggur. Katanya kerja sama, tetapi dari Unika yang lolos hanya beberapa orang saja. Saya imbau sebaiknya bursa tenaga kerja tersebut hanya untuk alumnusnya sendiri dan yang direkrut jumlahnya seimbang sehingga tidak mengecewakan para pelamar. Mohon SSCC Unika ikut membantu proses perekrutan, tidak sebagai tempat pemberi informasi. Saya lihat fungsi Bp Felix Sutandi kurang berperan, hanya bisa memberi informasi lowongan tanpa kepastian penerimaan. Kalau sistem kinerjanya tidak berubah akan menimbulkan image yang buruk. Kasihan para alumnus lain yang masih menganggur, mondar-mandir ke kampus untuk legalisasi ijazah atau transkrip nilai, fotokopi, afdruk foto dan sebagainya. Memang untuk penumpukan berkas lamaran tidak perlu dikirim ke perusahaan yang bersangkutan namun cukup di SSCC. Mohon itu tetap dipertahankan dan tidak menambah jumlah pengangguran dan orang stres. Yenny Finahari NK SSos
***
Tanggapan RSD Kudus
Menanggapi surat Saudara, kami jelaskan sebagai berikut untuk mengetahui diagnosis penyakit diperlukan wawancara menanyakan keluhan pasien, kemudian dilakukan pemeriksaan fisik dengan cara melihat, meraba ataupun mendengar. Bila perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium, rontgen. Diagnosis penyakit kulit paling banyak didasari dengan melakukan wawancara, melihat dan bila diperlukan baru melakukan perabaan. Apabila dokter dapat mendiagnosis dengan melihat maka langkah yang lain tidak diperlukan. Dalam hal oknum dokter yang asyik membaca koran, kami sudah melakukan teguran dan pembinaan. Kami mengucapkan terima kasih sehingga Sdr berkenan menyampaikan kekecewaan. Dengan demikian kami mengetahui kekurangan dan senantiasa akan memperbaiki mutu pelayanan. Kami memahami kekecewaan Sdr untuk itu kami mohon maaf. Direktur RSD Kabupaten Kudus
***
Penjelasan Komplain Perhiasan Perak
Berdasarkan keterangan dari Yolanda's silver via telepon oleh Sdr Unang (?) 8 April 2003 bahwa perak punya kelemahan menjadi hitam karena air asin dan keringat tertentu. Barang dapat dikembalikan dan atau ditukarkan. Ongkos kirim kembali akan ditanggung Yolanda's silver. Maka persoalan saya dengan Yolanda's silver sudah jelas dan selesai. Barang akan segera saya kirim lewat seorang teman yang kebetulan ke Yogya. Walaupun begitu saya berharap, untuk menghindari keruwetan dan untuk prestasi dan prestise semua perajin perak, hendaknya penjelasan butir 1, ditempelkan di toko dan pada nota penjualan. Atas kekesalan Anda, saya minta maaf. Atas tanggapan Anda, saya ucapkan terima kasih. Isywara |