logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 23 April 2003 Sala  
Line

Hiburan di Hailai Tak Akan Menyimpang

  • Banyak Tokoh Hadiri Acara Pembukaan

KARANGASEM-Meski masih dibayangi pro dan kontra beberapa elemen masyarakat, HailaiInternational Executive Club (HIEC) diresmikan operasionalnya pada acara grand opening, Selasa (22/4) kemarin. Wali Kota Slamet Suryanto menandai peresmian dengan menandatangani prasasti.

Diiringi alunan gending Kebogiro, pukul 10.45, Wali Kota beserta jajaran Muspida, Kapolwil Surakarta Kombes Pol Hasyim Iriyanto dan Kapolresta AKBP Drs Luthfi Lubihanto, memasuki ruangan bernuansa Cina abad pertengahan. Namun, diisi dengan prosesi bernuansa Jawa. Misalnya tamu disambut dengan tarian Gambyong.

Terlihat beberapa pejabat Pemkot berseragam cokelat keki memenuhi ruangan, selain tamu undangan lain. Juga tampak sejumlah anggota DPRD. Terlihat pula paranormal Permadi dan Pemimin Umum Harian Kompas Jakob Oetama. Acara yang berlangsung di kawasan Jalan Adisucipto itu terlihat sangat meriah dan mengumbar hadiah pada para undangan.

Wali Kota mengimbau agar seluruh elemen masayarakat menyikapi wajar terhadap operasionalisasi tempat hiburan itu. Masyarakat diminta bersikap arif dan bijak sesuai karakteristik wong Solo yang ramah.

Manajer Operasional HIEC Wim Gobel menyatakan aktivitas Hailai merupakan sebuah proyek ''kenangan'' dari Robbie Sumampauw yang asli Solo. Robbie ingin mengembangkan perekonomian Solo dengan mendirikan Hailai, yang investasinya sampai Rp 35 miliar.

Ia juga menegaskan, tempat hiburan yang ia kelola tidak akan digunakan untuk hal-hal menyimpang, seperti yang diduga beberapa kalangan selama ini. Bahkan, untuk karaoke, tempat ini tak menyediakan gadis pendamping.

Setelah acara pembukaan, undangan dibawa berkeliling melihat-lihat tempat hiburan berlantai tiga tersebut. Di lantai pertama terdapat pub bernuansa Mesir dan di lantai dua digunakan untuk restauran bernuansa Cina abad pertengahan.

Kemudian di lantai tiga terdapat 14 ruang untuk karaoke dan satu meeting room berkapasitas 12 orang. Wali Kota dan Ketua DPRD juga mencoba sebuah ruangan karaoke dan menyanyikan beberapa lagu.

Dalam acara itu pengamanan di dalam maupun di luar gedung terlihat sangat ketat. Tak sembarang orang bisa masuk ke acara itu, karena ditanyakan identitasnya.

Di depan jalan masuk bagian depan, terlihat petugas DLLAJ dibantu satgas untuk mengatur lalu lintas yang sedikit semrawut dengan kedatangan tamu undangan.

Situasi yang sama juga terjadi di pintu masuk bagian samping yang dijaga beberapa aparat. Sementara di dalam sejumlah petugas Satpol PP tampak berjaga-jaga.

Minta Keterangan

Peresmian Hailai International Executive Club (HIEC), tak menghentikan pro-kontra pendapat antaranggota DPRD Surakarta. Bahkan, kemarin, beberapa wakil rakyat itu menggulirkan wacana untuk memanfaatkan hak minta keterangan kepada Wali Kota H Slamet Suryanto, atas peresmian tempat hiburan di Jalan Adisucipto 146 Solo itu.

''Mestinya Dewan bisa menggunakan haknya untuk meminta keterangan Wali Kota, karena ada beberapa hal yang tidak sesuai perda,'' kata Ketua Fraksi Pembaharuan (FP), H Hasan Mulachela.

Salah satunya menyangkut kelengkapan berbagai perizinan yang disyaratkan Pemkot. Disebutka, hingga kemarin pihak manajeman Hailai baru punya izin usaha.

''Itu pun izin usahanya tidak terbatas, sehingga bisa digunakan hingga kiamat. Namun, Wali Kota belum pernah mengeluarkan izin tempat usaha, sehingga seharusnya Hailai belum bisa buka hari ini (kemarin-Red),'' tandasnya.

Lalu apa persoalan lain menyangkut pembukaan tempat hiburan itu? ''Saya belum mau menyebutkan. Nanti saja kalau Dewan sepakat menggunakan hak meminta keterangan, masalah-masalah itu akan saya tuangkan pada permohonan pengajuan ke pimpinan DPRD.''

Hal senada dilontarkan anggota FPDI-P dari PKB, H Husein Syifa SE. Menurut dia, anggota DPRD punya hak untuk meminta keterangan dari siapa pun, termasuk Wali Kota.

Dalam kaitan pro-kontra keberadaan HIEC mestinya Dewan bisa menggelar forum tanya jawab dengan Wali Kota, sebagai tindak lanjut penggunaan haknya. ''Kalau sembilan wakil rakyat saja menggunakan hak meminta keterangan atas pembukaan Hailai, pimpinan Dewan harus memproses lebih lanjut,'' tuturnya.

Sekretaris FP M Fajri mengklaim keempat anggota DPRD di fraksinya sepakat akan menggunakan hak minta keterangan kepada Wali Kota. ''Saya kira masih banyak anggota yang menginginkan agar Wali Kota menjelaskan secara langsung alasan dia mengizinkan Hailai beroperasi. Jadi, pasti ada anggota fraksi lain yang mau bergabung untuk mengajukan.''

Ketua FPDI-P H Farid Badres mengatakan tak perlu berburuk sangka terhadap operasional tempat hiburan itu, sebab selama ini penyimpangan -penyimpangan yang dituduhkan belum ada buktinya.

Ia juga meminta agar jangan membuat kesimpulan sebelum melihat kenyataannya. ''Kita lihat dulu operasionalnya. Baru jika ada indikasi menyimpang silakan diproses sesuai perda,'' kata dia, di sela-sela menghadiri peresmian HIEC.(G18,G13,D11,-42)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA