
| Rabu, 23 April 2003 | Berita Utama |
Petani Bawang Merah Terancam Gagal Panen
TEGAL - Ratusan hektare tanaman bawang merah berusia antara 30 - 40 hari yang ada di beberapa lokasi di Kota dan Kabupaten Tegal sejak beberapa pekan terakhir terserang hama kosek. Akibat serangan hama ini tanaman bawang merah terancam gagal panen. Serangan hama yang bentuknya seperti ulat kecil warna merah ini menyebabkan tanaman bawang yang semula nampak hijau dalam waktu kurang dari tiga hari berubah menjadi cokelat kemudian mengering. Hama ini secara bertahap merambat ke petak lain sehingga dalam waktu tiga hari saja tanaman yang terserang hama ini semakin luas. Akibat serangan hama ini diperkirakan petani akan mengalami kerugian yang jumlahnya mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Kerugian itu terdiri atas sewa lahan, benih, pupuk, obat-obatan dan upah tenaga kerja. Lahan pertanian bawang merah yang sudah terserang hama kosek ini berada di Desa Sidakaton, Sidapurna, Kepandean dan Kupu Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, Kelurahan Kalinyamat Kulon, Cabawan, Margadana Kecamatan Margadana, Kelurahan Keturen, Tunon Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal. Hama ini terparah menimpa petani di Desa Sidakaton dan Sidapurna mencapai sekitar 150 hektare, dan sebagian besar lainnya di Kalinyamat Kulon sekitar 120 hektare. Serangan hama sejenis ulat yang kian hari kian meluas membentuk seperti lingkaran itu menjadikan hama yang selama ini oleh petani bawang setempat semula dikenal dengan sebutan hama kosek tapi belakangan petani menyebut hama "inul", menyamakan nama biduan Inul Darasista yang kini lagi ngetop. Benih utama bawang merah yang sudah terserang tembus ke tanah hingga akar seperti lagi ngebor hingga sulit diobati. "Karena serangannya sampai ke akar di bawah tanah seperti sedang ngebor, petani di sini menyebutnya hama inul," kata Abdul Kornen (55), dan A Nur Fatoni (44), petani asal Kecamatan Margadana. Lebih Ganas Hama ini lebih ganas dibanding dengan hama Kosek. "Kalau kosek yang diserang cuma satu dua batang daun, tapi kalau "inul" menyerang semua daun bawang hingga tumbang. Dengan kata lain, kalau ada satu daun bawang diserang hama "inul" maka jangan harap daun yang lain bisa selamat," tutur keduanya. Dikatakan, cara pencegahan hama kosek dulu termasuk mudah, cukup sekali semprot hama hilang. Tapi kalau hama yang kini disebut hama inul meski berulang kali disemprot pun tetap membandel tidak juga berhenti, atau malah tambah parah. Serangan hama yang sulit diatasi itu membuat petani setempat terpaksa memanen bawangnya lebih awal meski belum masanya dipanen. Untuk usia panen usia bawang merah adalah sekitar 55 hari. "Daripada habis diserang hama, lebih baik dipanen saja meski belum cukup umurnya", kata Abdul. (so-16) | |||||