logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 23 April 2003 Berita Utama  
Line

Buntut Sidak Gula

Ka Dolog Jatim Dilengserkan

MALANG-Kepala Dolog Jawa Timur Ma'ruf Muchtar secara mengejutkan dilengserkan dari jabatannya. Jabatan itu untuk sementara dirangkap Deputi Kepala Bulog Andi Chaerudin yang kebetulan pernah menjadi Ka Dolog Jatim.

Meski belum jelas alasan penggantiannya, banyak yang menyebutkan berkaitan dengan adanya kondisi gula di masyarakat yang banyak menimbulkan masalah.

Bahkan SK yang langsung ditandatangani oleh Kepala Bulog per 17 April 2003, sudah diterima Dolog Jatim. Dengan melihat tanggalnya, berarti sehari setelah ada sidak Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Rifana Erni ke gudang Dolog yang ada di Surabaya dan Mojokerto.

Sebagaimana diketahui, hasil sidak jajaran Bea dan Cukai Surabaya bersama Dirjen Perdagangan Dalam Negeri beberapa hari lalu mengakibatkan 36.500 ton gula milik Dolog dihentikan pendistribusiannya. Gula sebanyak itu tersebar di tujuh gudang milik Dolog di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto.

Penyegelan dilakukan, karena dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB)-nya belum lengkap. Dengan begitu, praktis gula itu belum dapat didistribusikan. Gula yang disegel Bea dan Cukai 12.900 ton dengan perincian 5.400 ton dalam penguasaan Bulog/Dolog dan belum didistribusikan. Adapun yang 7.500 ton milik distributor masih belum dikeluarkan dari gudang Dolog.

Ka Dolog Jatim Muchtar Ma'ruf mengakui, saat ini memang gulanya disegel Bea dan Cukai Surabaya. Akibatnya, Ka Dolog langsung memerintahkan penghentian pendistribusian dan operasi pasar gula yang telah berjalan sejak akhir pekan kemarin.

Padahal stok gula di Jatim sedang kosong, sedangkan Bulog/Dolog punya stok gula impor. Namun, di sisi lain Dolog belum mengantongi dokumen PIB dan belum membayar bea masuk Rp 700/kg. Akhirnya persyaratan kelengkapan dokumen PIB ini "dinomorduakan" yang seharusnya persyaratan dipenuhi lebih dulu.

Namun, sikap yang dilakukan Dolog dengan melakukan pembukaan segel kontainer gula Bulog atas perintah Ka Dolog Jatim disesalkan Kakanwil VII Bea dan Cukai Jatim. Bahkan pihaknya juga akan tetap menyelesaikan sesuai dengan aturan hukum yang ada.

Tentang kondisi pasar di Jatim yang saat ini kekurangan gula, tidak lama akan teratasi setelah gula impor asal Thailand 22.600 ton hari ini (22/4) bakal dibongkar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (jo-64k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA