logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 16 April 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

''Saya Tidak Mau Diadudomba''

RIBUT-ribut soal proyek pengkajian potensi PAD mendapat tanggapan serius dari Bupati Banyumas Aris Setiono. Kepada Suara Merdeka, Selasa (15/4), dia menjelaskan, pada prinsipnya dia tidak mau diadudomba soal masalah itu.

''Kalau Banyumas ingin tetap kondusif dan aman, eksekutif dan legislatif jangan mau diadudomba. Sehingga hal tersebut nggak usah dipolemikkan,'' kata dia.

Menurut Aris, proyek pengkajian potensi PAD Banyumas sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Bahkan proyek itu telah dianggarkan melalui APBD. Proyek Juga sudah disetujui oleh DPRD dan itu sudah di-Perdakan melalui Sidang Paripurna. ''Jadi salah saya apa dan melangkahi siapa ini,'' jelasnya.

Terhadap pelaksanaan proyek tersebut, jelasnya, sampai saat ini dirinya belum mengeluarkan izin pelaksanaan. Ketua Dewan pun, belum lama ini, telah melayangkan surat agar proyek tersebut ditangguhkan.

Bagaimana dengan ancaman Ketua Dewan yang akan menggelar mosi tidak percaya? Aris mengaku tidak tahu menahu soal tersebut. Namun dia menggangap, itu sebenarnya persoalan intern di Dewan. Pada prinsipnya dia tetap tidak mau diadudomba, meski sampai saat ini belum tahu siapa yang melakukan politik ini.

Sementara itu, Kepala Bappeda Ir Hudi Utami usai bertemu bupati menjelaskan, selaku pengguna anggaran, Bappeda merasa sudah melangkah sesuai dengan peraturan yang ada.

Sesuai Prosedur

Diakui, sebelumnya sudah memohon izin agar proyek tersebut dilakukan penunjukkan langsung. Apa dasarnya?

Langkah ini sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh bupati melalui SK Nomor 10 Tahun 2003 tentang pengadaan pelaksanaan dan pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemkab.

Dalam salah satu pointnya dijelaskan, pengadaan jasa konsultasi ada tiga cara yang dapat ditempuh, yaitu melalui seleksi umum, seleksi langsung dan penunjukkan langsung.

LPM Unsoed mengajukan proposal pengkajian itu ke Bappeda. Berdasarkan MoU antara Pemkab dan Unsoed 2001 dalam rangka peningkatan Tri Darma Perguruan Tinggi, proposal itu diterima.

''Karena sudah ada MoU dan aturan membolehkan maka lebih baik direncanakan dengan penunjukkan langsung. Itu pertimbangan dan alasannya. Sekarang kami saat ini sedang menunggu persetujuan Bupati soal langkah itu,'' kata Hudi.(Jamal Al Ashari-47 )


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA