logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 16 April 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Plebotomi Gantikan Cara Kuno Pengecekan Darah

PENGECEKAN darah saat ini terbilang mudah dan tidak menimbulkan rasa sakit yang mendalam bagi seseorang. Pasalnya, sekarang sudah menggunakan teknik Plebotomi.

Teknik ini bisa dilakukan dengan dua cara yaitu, dengan tusukan vena (seseorang yang diambil darahnya melalui pembuluh darah) ataupun tusukan kulit.

''Ini sangatlah mudah jika dibandingkan cara kuno yang cukup sadis dan mengerikan. Sebab teknik Plebotomi cara kuno adalah mengecek darah seseorang dengan memencet daun telingga hingga keluar darah, penjongkelan / perusakan kulit atau jika kedua hal itu tidak memungkinkan akan ditempuh dengan cara menempelkan lintah ke tubuh pasien,'' ujar Ketua DPW Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia (Patelki) dr H Fuad Alhamidy pada acara Seminar Sehari 'Flebotomi dan Aspek Pra Analitik Laboratorium Klinik' di Hotel Istana Kota Pekalongan belum lama ini.

Seiring kemajuan zaman, cara-cara mengerikan menurut Fuad sudah ditinggalkan, dengan menggunakan tusukan vena dan tusukan kulit. Namun demikian guna melakukan pengecekan darah dengan tusukan vena atau kulit tidaklah gampang.

Pasalnya, selain kemampuan teknis, para Plebotomis (peneliti/pemeriksa darah) harus memiliki kemampuan mental. Apalagi jika yang dihadapi pasien anak-anak. Pasalnya, tanpa mental yang kuat akan bisa berbahaya bagi pasien atau pun penderita.

''Banyak orang yang bekerja di laboratorium ternyata tidak mempunyai mental untuk melakukan tusukan vena maupun tusukan kulit khususnya jika penderita merupakan anak-anak. Sehingga ketika dia ditugaskan malah menimbulkan persoalan baru,'' ujar dia.

Persiapan

Sebelum melakukan pengecekan darah, petugas yang akan melakukan Plebotomis harus mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Misalnya, dengan memberikan dukungan keyakinan pada pasien, sikap ramah dan profesional, memberikan penjelasan soal pengambilan darah dan verifikasi diet pasien.

Hal ini patut dikedepankan oleh Plebotomis, mengingat banyak kasus yang terjadi, suntikan untuk pengambil darah justru terlihat menempel dan bergelantungan di kulit pasien akibat kurang profesional.

''Oleh karenanya, persiapan pasien yang benar dan penanganan spesimen merupakan prasyarat pokok untuk memperoleh hasil laboratorium yang akurat''. (G16-20)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA