logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 9 April 2003 Surat Pembaca  
Line

Teroris Dunia

Sebenarnya AS bukan polisi dunia, melainkan teroris tingkat tinggi (teroris dunia). Bahkan lebih kejam dari Amrozi dan Imam Samudra tersangka kasus bom Legian Kuta Bali. AS dengan sombongnya memberi batas waktu 48 jam kepada Saddam Husein dan anaknya untuk meninggalkan Irak.

Bila tidak mau, AS akan membumihanguskan Irak walau tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB dan tanpa dukungan dari dunia terutama negara-negara Eropa. Padahal rakyat Irak masih menginginkan Saddam tetap menjadi presiden.

Kalau AS dan Inggris mengaku sebagai polisi dunia, bagaimana tindakan mereka terhadap Israel yang menindas rakyat Palestina. Juga bagaimana tindakan mereka terhadap Korea Utara yang memiliki nuklir lebih banyak dan lebih besar.

Saya berharap khususnya negara-negara Islam untuk memutuskan Hubungan diplomatik dan memboikot produk AS dan Inggris. Kepada Pemerintah Mega-Hamzah dan DPR yang mengaku Wakil Rakyat jangan hanya mengeluarkan pernyataan tidak setuju dengan penyerangan tersebut.

Tetapi harus dengan tindakan yaitu memutuskan hubungan diplomatik dan memboikot produk AS dan Inggris. Rakyat tidak setuju dengan tindakan mereka. Bila pemerintah tidak mau memutuskan hubungan diplomatik, sama saja mengingkari rakyat yang cintai damai.

Supardi
Kp Tukangan Rt 5/Rw 4 Bintoro Demak

***

Pansus Pilgub Berjiwa Kerdil

Usulan acara debat publik, saksi nonpartisan dan politik uang ke dalam Tatib Pilgub Jateng periode 2003 - 2008 ditolak oleh Pansus. Dengan demikian kini makin jelas Dewan hanya dikuasai segelintir elite parpol yang merasa dirinya besar tapi berjiwa kerdil.

Mereka tidak memikirkan kepentingan rakyat, tapi takut kehilangan kekuasaan dan jabatan yang diperoleh dari kelompok politiknya. Untuk itu, kalau perlu mereka mencatut nama dan menipu rakyat.

Karena Pansus merasa dirinya besar (paling berkuasa), maka Pilgub yang merupakan perhelatan akbar untuk kepentingan 30 juta warga Jateng akan mereka kuasai dan atur sendiri. Warga Jateng yang lain diminta tidak ikut cawe-cawe.

Rakyat cukup mendengarkan hasil Pilgub yang akan dilaksanakan dan diumumkan oleh Pansus, kemudian disiarkan media massa. Jika pelaksanaan Pilgub didahului dengan acara debat publik dan disaksikan kalangan nonpartisan, mereka takut Cagub/Cawagub yang dijagokan ditelanjangi oleh publik.

Akan ketahuan kebodohan, ketidakjujuran, keserakahan dan borok-borok lain yang menempel pada diri mereka. Praktik seperti itu juga dilakukan oleh elite parpol dalam pemilihan bupati dan wali kota di Jateng selama ini.

Masyarakat sebaiknya membiasakan diri tidak menyebut elite politik berjiwa kerdil itu sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR/DPRD), tapi sebagai anggota Dewan Perwakilan Partai Politik (DP3).

Ratiman Sutardjo
Desa Bulusari Rt 6/Rw 2 Gandrungmangu, Cilacap

***

Demo... demo...

Saat ini perang AS vs Irak menjadi sorotan dunia internasional. Bahkan berbagai negara menentang perang dengan aksi demo besar-besaran termasuk Indonesia. Aksi demo ini menjadi tanda kita bangsa yang kritis dan peduli akan nasib orang lain.

AS menyerang Irak dan rakyat tak berdosa pun menjadi korban akibat keserakahan yang tidak dapat dibendung. Para demonstran Indonesia, teruskan semangat juangmu untuk membasmi segala bentuk penjajahan baik yang kelihatan maupun yang terselubung melalui jalur yang benar.

Perekonomian Indonesia hingga saat ini belum stabil, jadi demo hendaknya dilakukan dengan akal sehat dan pikiran yang jernih serta menjunjung tinggi nilai moral Pancasila. Aksi demo tidak mengarah ke tindakan anarkis yang akan menambah derita bangsa.

Reni
Unika Soegijapranata Semarang

***

Kritik untuk Djarum Black

Tanggal 3 April 2003, saya menonton film Garin Nugroho RRI Semarang. Acara kerja sama Djarum Black dengan Kine Klub FISIP Undip dan tabloid tren C&R tersebut menampilkan parade film salah satunya Aku Ingin Menciummu Sekali Saja.

Pada poster iklan tertulis harga tiket Rp 2.500. Namun ketika saya membeli harga berubah menjadi Rp 8.000. Ketika saya tanyakan, jawaban tidak memuaskan yaitu karena salah publikasi. Harga Rp 2.500 seharusnya hanya untuk film Garin yang diputar pada Rabu.

Harga berubah menjadi Rp 8.000 karena ada diskusi setelah pemutaran film AIMSS tersebut. Kalau harga memang Rp 8.000, mengapa tidak diberitahukan sejak awal karena menurut saya hal ini sangat merugikan penonton yang kebanyakan mahasiswa.

Saran untuk Djarum Black, bila mengadakan acara serupa sebaiknya lebih serius menangani publikasi agar tak terjadi kesalahan yang sama karena akan ada pihak yang merasa dirugikan.

Anita
Mahasiswi Sastra Inggris Universitas Diponegoro Semarang

***

Tanggapan AHASS Bintang Sakti

Menanggapi keluhan pelanggan yang ditulis Bp AG Sugiharto 2 April 2003, kami pimpinan AHASS Bintang Sakti mohon maaf kepada Bapak atas ketidaknyamanan yang Bapak rasakan.

Kejadian Bapak menunggu terlalu lama, disebabkan para mekanik dalam menangani konsumen secara berurutan satu per satu. Kebetulan pada saat giliran Bapak ada job return, sehingga perlu kami tangani terlebih dulu.

Surat Bapak menjadi masukan berharga bagi perbaikan layanan dan kami berharap kejadian tersebut tidak mengurangi minat Bapak untuk perbaikan motor Honda di perusahaan ini.

Gunawan Widjaja
Pimpinan AHASS Bintang Sakti
Jl Hasanudin Raya 496 A Semarang

***

8 Jam Baca Alquran

Ada berbagai macam metode pengajaran Alquran di Indonesia, mulai dari Baghdadiyah, Qiroati, Iqro' An-Nur, 'Amma. Dan kini ditemukan metode baru dengan menggunakan sistem 8 jam yang dinamakan Al-Barqy.

Metode ini sudah digunakan sejak tahun 1978, tetapi baru ditulis dan dipublikasikan tahun 1996 oleh Ustadz Muhadjir Sulthon dari Surabaya. Keistimewaan metode ini, selain cepat juga mampu mengingatkan kepada siswa bunyi-bunyi huruf yang lupa.

Menggunakan pendekatan global atau gestald psychology yang bersifat analitik, sintetik yang juga dikenal dengan nama struktural analitik sintetik (SAS). Di samping itu mampu diajarkan secara klasikal sehingga dapat digunakan di dalam kelas atau satu ruangan.

Juga memiliki drill-drill yang mengarah kepada peta huruf, kefasihan dan latihan nafas. Saya akan dibuka pelatihan sehari dengan metode ini yang dipandu Ustadz Agus Nashir SAg (pengembang Al-Barqy Yogyakarta). Pelaksanaannya 13 April 2003 di Masjid Baitul Makmur Pancakarya Kelurahan Rejosari Semarang Timur.

Agus Nashir
Pancakarya Blok 39 no 221 Rejosari Semarang


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA