
| Rabu, 9 April 2003 | Sala |
Selain Mantheb, Emping Ketela pun Lambungkan DoplangORANG menyebutnya Doplang saja. Desa yang terletak di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar itu berhawa sejuk. Desa ini menjadi masyhur karena sebagai daerah penyangga kawasan wisata Tawangmangu. Di samping itu, dalang kondang Ki Mantheb Soedarsono juga tinggal di desa itu. Bahkan sampai saat ini dalang senior yang terkenal dengan sabetannya itu tidak mau meninggalkan desanya, meski mempunyai banyak rumah di berbagai tempat. Selain Ki Mantheb, di desa yang sepi di lereng Gunung Lawu itu juga bisa ditemui Sularwo. Pemuda desa yang sukses memopulerkan cemilan emping ketela, emping jagung, dan emping pisang dengan rasa khas Karanganyar. Hasil produksi emping ketela, jagung, dan pisang yang diberi merek Hani itu kini sudah menembus pasar (supermarket) di beberapa daerah, seperti Surakarta, Surabaya, dan Jakarta. ''Cemilan ini dapat dijadikan aset makanan khas Karanganyar. Kami akan meminta pada Dinas Pariwisata agar disediakan outlet khusus yang menjual makanan ini di tempat-tempat tujuan pariwisata di Karanganyar, seperti Tawangmangu, Pablengan Matesih, dan Candi Sukuh,'' ujar Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi (KIK) L Soeyono. Untuk meningkatkan mutu prouduksi, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Penanaman Modal (Diperindagkop Pendal) akan mengikutsertakan Sularwo pada pelatihan Achievement Motivation Training (AMT). ''Kami juga akan mengusahakan mesin giling dan peralatan lainnya serta bantuan tambahan permodalan melalui kredit lunak untuk menambah kapasitas produksi,'' jelas Kepala Diperindagkop Pendal, Djumadi. Hanya Rp 2 Juta Usaha emping ketela, jagung, dan pisang itu dirintis pada awal 1999. Semula modal awal yang digunakan hanya Rp 2 juta. Kini usaha tersebut beromzet Rp 35 juta. ''Kami juga mempekerjakan beberapa warga desa untuk membantu usaha yang kami jalankan,'' kata Sularwo. Untuk mendatangkan bahan baku tentu saja tidak sulit. Sebab, Karanganyar dikenal sebagai penghasil ketela terbesar di Jawa. Bahkan ketela itu langsung dijual ke pasaran di berbagai daerah sebelum diolah menjadi makanan. Biasanya ketela itu dijadikan sebagai bahan dasar saus untuk penyedap rasa. Padahal, ketela di Karanganyar terkenal dengan rasa manis dan aroma harum. Demikian juga dengan pisang. Pisang Karangapandan dan Tawangmangu yang besar-besar itu juga sudah terkenal rasanya. Harum dan manis. Dengan potensi usaha yang dimiliki, bahan dasar yang cukup tersedia, serta prospek yang cerah, tidak menutup kemungkinan usaha itu menjadi besar bila dikelola dengan benar. Tidak hanya menjadi kebanggan warga Desa Doplang, tapi juga menjadi kebanggaan Karanganyar. Semoga. (Langgeng Widodo-17j) |