
| Rabu, 9 April 2003 | Sala |
Penerbangan Silk Air DibatalkanPANASAN- Jadwal penerbangan maskapai Silk Air jurusan Singapura kemarin dibatalkan. Diduga pembatalan tersebut berkaitan dengan merebaknya wabah SARS saat ini.
Petugas tiket Silk Air di Bandara Adisumarmo Solo mengakui pembatalan tersebut. Disebutkan pembatalan dilakukan untuk dua penerbangan, yaitu hari Selasa (8/4) dan Minggu (13/4) mendatang. Namun, pembatalan tersebut dilakukan semata pertimbangan ekonomis. ''Akhir- akhir ini jumlah penumpang menurun akibat perang Irak dan merebaknya wabah SARS,'' ujarnya. Dijelaskan, sebelum muncul wabah SARS, jumlah penumpang mencapai 70 % dari kapasitas pesawat. Namun, kini merosot 15% hingga 20%. Dia berharap kondisi segera membaik sehingga jumlah penumpang meningkat kembali.
Petugas karantina M Farid mengakui penundaan tersebut. Pengumuman penundaan tertulis disampaikan pihak Gapura Angkasa Airport Service No GP/ SOC/CB/122/IV/2003 berdasarkan pengumuman manajemen sentral Silk Air No MCJ/SOC /153/IV/F03 tentang penundaan penerbangan dengan alasan komersial. ''Karena tak ada kegiatan penerbangan internasional, kita santai saja,'' paparnya. Penanggung jawab Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah Kerja Bandara Adisumarmo Hj Tri Heriyanti mengatakan hingga sekarang belum menemukan kasus SARS pada penumpang pesawat dari Singapura. Namun, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan. ''Kita tak boleh lengah, bersama petugas lain kita terus memantau secara aktif setiap penumpang yang akan naik maupun turun dari pesawat,'' papar dia.
Pemeriksaan Langsung Prosedur pengawasan, lanjutnya, dilakukan baik untuk penumpang maupun petugas. Untuk penumpang dilakukan segera setelah pesawat mendarat. Petugas lalu memasuki pesawat dan mengecek kondisi penumpang yang tertera dalam Health Allert Card atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan. Semua kru pesawat dan seluruh penumpang diharuskan memakai masker pencegah virus SARS. Bila ditemukan gejala- gejala mirip penyakit tersebut, seluruh penumpang dikarantina. Namun, bila gejala itu tidak ditemukan semua penumpang diizinkan turun. Perlakuan terhadap petugas lebih ketat. Saat bertugas, mereka diwajibkan memakai baju lengan panjang, masker penutup wajah dan sarung tangan karet. Selesai bertugas tangan harus dicuci dengan sabun atau disinfektan. Pakaian yang telah digunakan harus direndam dengan sabun terlebih dahulu. Bila mengalami gejala- gejala mirip SARS diharuskan segera memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat. ''Kita juga mengimbau petugas untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan minum vit C.'' (G10-42) |