
| Rabu, 9 April 2003 | Sala |
Satu Lagi Pasien Diduga Kena SARS
JEBRES- Satu lagi pasien yang dirawat di RSUD Dr Muwardi diduga mengidap severe accute respiratory syndrome (SARS). Pasien perempuan berusia 28 tahun itu mulai masuk Senin (7/4) pukul 18.15. Begitu datang, warga Dawung, Sragen ini langsung dimasukkan ruang isolasi di Bangsal Anggrek. Sebelumnya, perempuan tersebut menjalani perawatan di RS Jiwa Kentingan Surakarta selama satu pekan. Lantaran menunjukkan gejala seperti SARS, pasien yang semula diduga menderita gangguan jiwa itu kemudian dirujuk ke RSUD Dr Muwardi. Dugaan itu kian menguat karena dia datang dari Taiwan seminggu sebelumnya. Saat bekerja di negara endemik SARS itu, dia sudah dalam kondisi sakit selama satu bulan. Oleh majikannya dia dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Sukarno-Hatta Jakarta sekitar tujuh hari lalu. ''Oleh keluarganya pasien langsung dibawa ke RS Jiwa Kentingan. Alasannya, selama di Taiwan dia mengalami gangguan jiwa atau home sick, merasa ingin pulang terus,'' jelas Direktur RSUD Sardjana didampingi Wakil Direktur Trilastiti serta Tim Dokter Khusus SARS Eddy Suryanto dan Suradi, kemarin. Sewaktu masuk ke RS, jelas Sardjana, pasien menunjukkan tanda-tanda klinis demam dengan gejala flu seperti hidung tersumbat, keluar ingus. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan secara radiologis tidak menunjukkan gejala SARS. ''Foto thorax-nya bersih, tidak menunjukkan adanya gejala pneunomia (radang paru-paru-Red). Meski belum positif mengidap SARS, kita tetap memperlakukannya seperti SARS. Kasus ini sedang dalam observasi dan ditindaklanjuti tim dokter,'' jelas dia. Apalagi masa inkubasi SARS antara 2 - 10 hari, sementara penderita baru menjalani perawatan tujuh hari. ''Mudah-mudahan bukan SARS.'' Pelatihan Untuk mengeliminasi penyebaran virus mematikan itu, pihaknya akan memberikan pelatihan khusus mengantisipasi tertular SARS. Terutama bagi tenaga medis yang berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD), ICU (Intensive Care Unit) dan paramedis ruang isolasi.
Pihaknya juga akan membagikan 250 masker bantuan Departemen Kesehatan kepada pekerja yang rentan terkena SARS melalui pasien. ''Sebenarnya, front line masuknya SARS itu ya di Pelabuhan, sebab banyak orang-orang habis bepergian dari daerah endemik.'' Untuk mengetahui perkembangan SARS atau kemungkinan mewabahnya penyakit mematikan itu, setiap hari pihaknya harus melaporkan informasi kepada Dirjen P2M-PLP (Pencegahan Penyakit Menular-Pencegahan Lingkungan Penularan). Baik saat ada kasus maupun tidak, RS harus melaporkan kasus-kasus yang ada.(G13-42) |