logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 9 April 2003 Olahraga  
Line

Geliat Panser Biru

Dukung Panitia Pertandingan

SEMARANG - Masih banyaknya lemparan botol-botol air mineral dalam pertandingan seperti pada saat PSIS menjamu PSDS Deli Serdang, membuat pantia pertandingan akan lebih memperketat pengamanan. Panser Biru menyatakan mendukung upaya panitia itu.

Komandan Panser Biru Andi Putra Alam mengatakan, dukungan kepada panitia tersebut berbentuk imbauan kepada seluruh anggotanya agar tidak melempar botol ke lapangan. Hal itu, kata dia, bisa memicu ketegangan baik antarpenonton maupun dengan pemain.

"Kami mendukung panitia menertibkan penonton di dalam stadion. Itu penting agar tim PSIS tidak kembali ditegur PSSI," katanya kepada wartawan, kemarin.

Meski begitu, dia menilai, ada sedikit kejanggalan dalam sweeping oleh panitia. Sebaiknya yang dirazia bukan botol air mineral, tapi batu-batu atau petasan yang dibawa penonton. "Ya wagu kalau nonton bola kok membawa plastik berisi air putih. Sebaiknya dicarikan solusi yang lebih tepat," katanya.

Pengalaman Pertama

Ketua Panitia Ir Dedi Satria mengakui terjadinya lemparan botol ke lapangan. Dia menjelaskan, panitia sebenarnya sudah melakukan sweeping sebelum para penonton melintasi pintu masuk. Penonton yang membawa minuman dalam botol, langsung diminta memindahkan isinya ke kantong-kantong plastik yang disediakan oleh panitia.

"Beberapa pedagang sudah kami cegah, karena berusaha memasukkan botok-botol ke dalam stadion sebelum penonton masuk. Namun, ternyata masih ada lemparan-lemparan botol," jelasnya.

Hal tersebut merupakan pengalaman pertama setelah pihaknya melarang penonton membawa botol-botol plastik ke dalam stadion sejak pertandingan melawan Persita, 26 Maret lalu. Pihaknya akan mengambil pelajaran dari peristiwa itu agar pertandingan pada Kamis besok terselenggara lebih baik. (G5,C16-22e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA