
| Rabu, 9 April 2003 | Olahraga |
Suhatman Siap Turunkan KusdiantoSEMARANG -Setelah bertanding di Kediri, Semen Padang tiba di Semarang, Senin pagi lalu. Pada Selasa pagi kemarin, mereka berlatih di lapangan Karangayu. Pada sore kemarin mereka seharusnya berlatih di Lapangan Penerbad. "Latihan tim Semen Padang dibatalkan sore ini, katanya banyak pemain yang sakit," kata seorang petugas piket jaga di pos jaga Markas Penerbad Semarang kepada Suara Merdeka, sore kemarin. Mereka hanya berlatih di halaman Hotel Puri Garden. Dua puluh pemain melakukan latihan fisik ringan dan bermain bola voli. Pelatih Suhatman Imam memantau sambil duduk di atas pot taman hotel. "Ya, kesehatan saya sedikit terganggu. Saya terkena flu," kata Suhatman Imam kepada Suara Merdeka. Namun, dia membantah kabar sejumlah pemainnya mengalami sakit yang sama. Dia memastikan skuadnya dalam kondisi fit dan siap tempur menghadapi PSIS di Stadion Jatidiri, Kamis sore besok. Bagi dia, kekalahan dari Persik Kediri 3-6 sangat menyakitkan. Karena itu, kegagalan tersebut bakal dia tebus dalam pertandingan besok. "Kami datang jauh-jauh dari Sumatera, maka kami harus menang. Target kami mencuri poin penuh. Kami tidak mau kalah," katanya. Dia menyebutkan, kesiapan untuk melampiaskan kekecewaan itu akan dibuktikan dengan permainan maksimal dari M Affan Lubis dkk. Bombernya, Kusdianto, siap diturunkan meski baru saja mengalami masalah di perutnya karena benturan dengan pemain Persik. "Lihat saja, Kusdianto siap diturun-kan. Dia sudah fit dan bisa lari-lari seperti biasa," tegasnya. Selain itu, tak satu pun serdadunya yang terkena akumulasi kartu kuning. Hal itu membuat dia bakal leluasa mengatur strategi untuk menjegal ambisi tua rumah di depan publiknya. "Kendala mental kami tidak ada. Kami hanya butuh sedikit waktu untuk recovery fisik. Sebab, mereka baru melakukan perjalanan panjang dalam rangkaian empat kali pertandingan tandang," kata mantan pemain PSSI Pra-Olimpiade 1976 tersebut. Tidak Rasional Dia menilai, sistem kompetisi penuh yang diterapkan oleh PSSI di KLI ini tidak rasional. Timnya merasakan beratnya tur yang harus dilakukan. "Bisa dibayangkan, masak dari Kalimantan terus ke Jawa. Setelah dari Banjarmasin, kami bertanding di Gresik. Lalu, kami berangkat ke Kediri dan kini main di Semarang. Baik dari sisi finansial maupun fisik, kami sangat berat menjalaninya. Ini benar-benar tidak rasional," tandasnya. Menanggapi prestasi tim tuan rumah, dia menilai PSIS kini sedang menanjak. Dia mengatakan, materi pemain ikut memengaruhi penampilan tim asuhan Daniel Roekito tersebut. Dia mengatakan, itu berbeda dari materi timnya yang tidak memiliki pemain bintang. Meski begitu, anak asuhnya siap meladeni Eko Purjianto dkk. Dia akan meminta anak-anak asuhnya tampil fair play. Namun, hal itu bergantung pada wasit yang memimpin pertandingan. Sebab, permainan timnya sering rusak karena cara kepemim-pinan wasit. "Kami jauh-jauh datang, tetapi sering wasit membuat keputusan yang tidak adil," keluhnya.(G5-22e) |