logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 9 April 2003 Olahraga  
Line

Indonesia Lepas Satu Jatah Ganda Putri

  • Kejuaraan Dunia Bulutangkis

JAKARTA- Federasi Bulutangkis Internasional (IBF) menetapkan nama-nama pemain yang akan berlaga pada Kejuaraan Dunia di Birmingham, Inggris, 12-18 Mei mendatang.

Dalam daftar itu Indonesia melepas satu jatah ganda putri dengan hanya menurunkan dua dari tiga pasangan yang menjadi jatah PB PBSI.

Untuk tunggal putra, Taufik Hidayat, mantan pemain Pelatnas Marleve Mainaky dan Budi Santoso, yang untuk kali pertama ikut kejuaraan dunia, akan memburu gelar terhormat perseorangan setelah Olimpiade.

Di nomor ganda putra, juara Sigit Budiarto/Candra Wijaya yang penampilannya tidak konsisten usai menjuarai All England 2003, akan menjadi tumpuan utama Indonesia di samping Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto, yang untuk kali pertama ikut kejuaraan dunia. Pada tunggal putri, Yuli Marfuah dan debutan Dian Novita Sari akan menjadi duta negara.

Sedangkan ganda campuran Indonesia menggunakan semua jatah maksimal empat pasangan, yaitu Nova Widhianto/Vita Marissa, Tri Kusharyanto/Emma Ermawati, dan dua debutan Anggun Nugroho/Eny Widiowati, Robby Istanto/Yunita Tetty.

"Semula kami mengirimkan tiga nama, tetapi setelah ada pemberitahuan jatah empat pasangan, kami menambahnya dengan Robby/Yunita," kata Direktur Pelatnas Christian Hadinata di Jakarta, Selasa.

Dua jatah

Berbeda dari empat nomor itu yang memenuhi jatah, PBSI hanya mengirim dua dari tiga jatah ganda putri. Indonesia hanya mengirimkan dua pasangan debutan di kejuaraan dunia, Jo Novita/Lita Nurlita dan Devi Sukma Wijaya/Lilyana Natsir.

"Kita mendapat jatah tiga, tetapi harus diakui ada beberapa masalah dalam menentukan pemain yang dikirim," kata Christian.

Dia merujuk pada ganda putri Indonesia yang paling tinggi peringkatnya, Deyana Lomban/Vita Marissa (15), yang tidak dikirim untuk berlaga di Birmingham.

Selain itu, kata dia, IBF masih memasukkan Eny Erlangga/Jo Novita dalam peringkat tinggi (22), padahal Pelatnas kini memusatkan perhatian pada duet Eny Erlangga dan Lilyana Natsir serta Jo Novita dan Lita Nurlita. Sedangkan dalam daftar peringkat terakhir IBF, duet Eny Erlangga/Lilyana Natsir belum masuk.

Selain hanya mengambil dua dari tiga jatah ganda putri, Indonesia juga tidak diwakili juara dunia 2001, Hendrawan, yang penampilannya menurun dan terpuruk peringkatnya, sehingga gagal mendapatkan wild card dari IBF.

Juara All England 2003 Muhamad Hafidz Hashim juga berharap keberuntungannya berlanjut di Inggris, setelah dia juga menjuarai pesta olahraga persemakmuran 2002. Peter Gade juga menunjukkan dirinya mampu menjadi ancaman serius setelah hampir sembilan bulan absen akibat cedera lutut.

Pada ganda putra, runner up 2001 Kim Doong moon/Ha Tae kwon asal Korsel akan kembali berlaga di National Indoor Arena setelah keduanya absen pada All England 2003. Bersama Lee Dong-soo/Yoo Yong- sung, mereka akan bersaing dengan duet dari Cina dan Denmark, sementara Candra/Sigit berjuang untuk menemukan kembali penampilan puncak yang membawa mereka menjuarai All England 2003. (D3,ant-77t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA